Breaking News:

Demi Keselamatan Penumpang, Kamar Ban Glundung Sangat Berarti Bagi Sopir Bus

Di ruangan itulah supir bus pariwisata melepas lelah saat penumpang asyik berkunjung ke obyek wisata

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Seorang supir bus pariwisata tengah merapikan tempat tidur yang ada di bagasi samping bus, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Para sopir bus pariwisata menyebutnya "kamar Bandung" namun bukan kamar yang ada di Kota Kembang.

Kamar Bandung kepanjangan dari "kamar ban glundung", yaitu ruangan kecil yang ada di bagasi samping bus.

Ruang berukuran satu kali dua meter itu berisi kasur kecil, lengkap beserta bantal dan selimut.

Di ruangan itulah supir bus pariwisata melepas lelah saat penumpang asyik berkunjung ke obyek wisata.

Tak jarang ruangan layaknya kamar tidur mini itu juga menjadi tempat tidur sopir, kala penumpang lelap beristirahat di hotel dengan empuknya ranjang serta fasilitas kelas premium.

Meski sempit dan terkesan kurang nyaman, namun tempat itu menjadi andalan para sopir.

Menurut Yudhi (53) satu di antara sopir bus pariwisata asal Kasepuhan Kabupaten Batang, bus pariwisata sebenarnya tidak dilengkapi kamar mini.

"Sebenarnya ruangan kecil itu bagian dari bagasi bus, yang kami isi dengan kasur," paparnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/11/2019).

Dilanjutkannya, adanya kamar mini merupakan inisiatif sopir karena tak mau merepotkan penumpang.

"Kami tak ingin merepotkan penumpang, atau biro perjalanan yang harus menyiapkan kamar khusus sopir. Jadi kami membawa kamar sendiri, meski sederhana namun sangat membantu memulihkan tenaga ketika lelah," paparnya.

Bagi Yudhi, keselamatan penumpang menjadi hal utama, untuk itu, kamar mini di bagasi samping sangat berguna.

"Keselamatan penumpang di tangan supir, jangan kami sampai kelelahan dan membahayakan penumpang dalam perjalanan. Lebih baik kami istirahat saat penumpang menikmati obyek wisata," tuturnya.

Ditambahkannya, tak jarang supir bus difasilitasi kamar saat sampai di hotel.

"Kalau pas melayani biro perjalanan atau rombongan yang baik ya di sediakan, namun tak jarang tidak disediakan.

Ya kalau tidak disediakan lebih baik kami menginap di kamar Bandung, sembari menjaga bus. Namun lebih sering saya tidur di kamar mini ini," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved