Delegasi Timor Leste Studi Banding Cara Atasi Erosi Pantai ke Pemkab Demak
Delegasi Republik Demokrasi Timor Leste melakukan studi banding di Kabupaten Demak terkait cara mengatasi erosi pantai.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Delegasi Republik Demokrasi Timor Leste melakukan studi banding di Kabupaten Demak terkait cara mengatasi erosi pantai.
Kedatangan rombongan dari Timur Leste ini disambut di Gedung Ghradika Bhina Praja, Kamis (21/11/2019).
Principal Advisor to the Minister of Agriculture and Fisheries Timor Leste, Rogerio Araujo Mendonca mengatakan, maksud kedatangannya beserta rombongan yang berjumlah 20 orang tersebut dalam menambah pengalaman dan wawasan terkait Building with Nature (BwN) dan Coastal Ecosystem Management Learning di Kabupaten Demak.
Seperti diketahui Kabupaten Demak terletak di pesisir utara pantai utara jawa (Pantura), dan empat kecamatan di Kabupaten Demak dilewati garis pantai.
Dalam rilis yang dikirimkan Humas Pemkab Demak, delegasi Republik Demokrasi Timor Leste ingin mengetahui lebih lanjut program dan upaya Pemerintah Kabupaten Demak dalam mengatasi erosi pantai.
• Bulan Dana PMI Kota Semarang 2019 Capai Rp 1,77 Miliar
• DPRD Kota Semarang Lemas dan Kecewa Dapati Pembangunan RSUD Mijen Baru Capai 37 Persen
• UPDATE Kapal Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kapolsek : Api Diduga dari Dapur
• Gedung Baru DPRD Jawa Tengah akan Habiskan Dana Sekitar Rp 139 Miliar
Sementara Asistens Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Ahmad Nur Wahyudi mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan kerusakan pantai, di antaranya dengan Metode Hybrid Engineering (HE) dan melakukan penanaman mangrove guna meminimalisir dampak abrasi gelombang air laut dan menjaga kestabilan pesisir.
"Pengelolaan hutan mangrove yang berada di empat Kecamatan di Kabupaten Demak bekerjasama dengan masyarakat pesisir yang tergabung dalam Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Demak," jelasnya.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak Suhasbukit menjelaskan, saat ini luas tambak di Demak 10.600 Ha, dan pihaknya terus melakukan perluasan dengan pemanfaatan tanah sawah yang terkena rob.
"Selain itu kami juga melakukan peningkatan produksi tambak/kolam dengan cara penerapan teknologi yang dianjurkan, seperti teknologi tradisional, teknologi semi intensip, teknologi intensif dan teknologi super intensif," terangnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/studi-banding-timur-leste.jpg)