DPRD Kota Semarang Lemas dan Kecewa Dapati Pembangunan RSUD Mijen Baru Capai 37 Persen
Komisi D DPRD Kota Semarang mengaku kecewa melihat progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mijen Kelas D yang lamban.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
Mereka seharusnya sudah bisa mendapatkan pelayanan lebih bagus, dekat, dan terjangkau mulai 2020, bisa saja tertunda hingga 2021 mendatang.
Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Lilik Farida mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RSUD Mijen memang sudah dianggarkan sebesar Rp 1,3 miliar pada 2019 dan Rp 2,1 miliar pada anggaran 2020.
"Itu untuk alat kesehatan yang dasar yakni untuk poli," ucapnya.
Adapun pelayanan kesehatan yang semula di Puskesmas Mijen, kata Lilik, selama proses pembangunan dipindahkan di aula Kelurahan Tambangan.
"Kami sekat-sekat untuk pemeriksaan.
Memang tidak sesuai Permenkes, tapi masyarakat harus dilayani," imbuhnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sidak-komisi-d-dprd-kota-smrg.jpg)