Sengatan Maut Tawon di Tegal
Warga Meninggal Tersengat Tawon Ndas, Begini Pandangan Peternak Lebah di Tegal
Peternak lebah di Kota Tegal, Tejo Asmoro mengatakan, tawon yang menyebabkan warga Kelurahan Krandon meninggal itu memang tawon ndas.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Dua warga Kota Tegal menjadi korban sengatan tawon yang disebut sebagai tawon ndas.
Seorang bernama Carmi (75) meninggal dunia.
Satu korban lainnya Sakwadi (67) dilarikan ke RSUD Kardinah Kota Tegal dan saat ini masih mendapatkan perawatan.
Keduanya adalah warga RT 01 RW 04 Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.
Mereka menjadi korban sengatan tawon ndas atau tawon vespa affinis.
Peternak lebah di Kota Tegal, Tejo Asmoro mengatakan, tawon yang menyebabkan warga Kelurahan Krandon meninggal itu memang tawon ndas.
Hal itu, ia lihat dari ukuran tubuh tawon antara koloni yang berbeda.
Tejo mengatakan, ciri tawon ndas ada warna kuning di antara tubuh si tawon.
Namun, menurut Tejo, tawon tersebut juga bisa masuk dalam jenis tawon kunir yang berukuran besar.
"Perkiraan saya, karena tawon yang satu dan lainnya berbeda, itu tawon ndas."
"Tapi bisa juga tawon kunir. Keduanya memang memiliki sengatan yang mematikan," kata Tejo kepada Tribunjateng.com, Minggu (24/11/2019).
Tejo, warga Kelurahan Sumurpanggang yang telah beternak lebah selama 21 tahun itu, menyebut bahwa lebah dan tawon itu berbeda.
Menurutnya, jika lebah itu serangga yang membantu penyerbukan bunga dan mengahasilkan madu.
Sedangkan tawon, tidak menghasilkan madu dan cenderung memakan lebah.
Ia juga mengatakan, sengatan lebah bisa menjadi obat.