Amar Bank Catat Pertumbuhan Aset 10,43 Persen Sepanjang Tahun 2018
Amar Bank, pionir fintech dengan produk Tunaiku mengalami pertumbuhan sebesar 10,43% pada periode Januari hingga Desember 2018 untuk aset Bank Umum.
Penulis: rival al manaf | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Amar Bank, pionir fintech dengan produk Tunaiku mengalami pertumbuhan sebesar 10,43% pada periode Januari hingga Desember 2018 untuk aset Bank Umum.
Untuk dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank umum tumbuh sebesar 7,68%, dan dana yang berhasil disalurkan sebesar meningkat 14,61%.
Capaian kinerja itu membuat mereka menerima dua penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia Best Bank Award 2019, yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta.
Penghargaan Indonesia Best Bank Award 2019 dari Warta Ekonomi diterima langsung oleh Eka Banyuaji, Head of Business Banking Amar Bank untuk kategori Bank Berpredikat Sehat pada kategori BUKU 1 dengan aset di bawah Rp2 triliun.
• Mimin Pekerjakan Anak Umur 16 Tahun di Demak jadi Pemandu Karaoke, Digaji Rp 60 Ribu per Hari
• Berbekal Skateboard, Hikmat Guru Difable Ini Semangat Mengajar Siswa SLB Negeri Batang
• Dinkes Kota Pekalongan Minta Sekolah Mulai Berikan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi
• 9 Perwira Duduki Jabatan Baru di Polres Brebes, Ini Daftarnya
Eka Banyuaji melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/11/2019) menjelaskan penghargaan Indonesia Best Bank Award ini merupakan gelar mereka yang ke dua selama dua tahun terakhir.
"Namun kali ini kami berhasil menerima dua penghargaan sekaligus untuk kategori Bank BUKU 1 dengan aset di bawah Rp2 triliun dan Bank berprospek sangat baik dengan peningkatan menjadi BUKU 2.
Penghargaan ini diberikan melalui beberapa aspek penilaian, yaitu peningkatan aset, kredit, dan funding.
Di mana Amar Bank dalam kurun waktu lima tahun dapat tumbuh dengan sangat baik," terang Eka.
Sementara itu, Suminto, staff ahli Menteri Keuangan Bidang Makro ekonomi dan Keuangan Internasional pada saat memberikan paparan mengungkapkan bahwa kondisi neraca perdagangan sudah mengalami surplus pada Oktober 2019.
"Angka inflasi juga relatif masih terjaga sementara ketahanan industri perbankan tetap kuat tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 23,3% dan rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada pada 2,6% per September 2019," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/indonesia-best-bank-award-2019-ist.jpg)