Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menginjak Usia ke-68 Tahun, Inilah Tapak Tilas Perjalanan SMC RS Telogorejo Semarang

Tanggal 25 November 2019 kemarin, Semarang Medical Centre (SMC) Rumah Sakit (RS) Telogorejo menginjak usia ke-68 tahun.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr Alice Sutedjo Lisa memberikan sambutan dalam acara malam puncak perayaan HUT ke-68 SMC RS Telogorejo di Atrium Sim Square SMC RS Telogorejo jalan KH Ahmad Dahlan Semarang, Senin (25/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanggal 25 November 2019 kemarin, Semarang Medical Centre (SMC) Rumah Sakit (RS) Telogorejo menginjak usia ke-68 tahun.

Doa dan harapan pun terlantun oleh segenap jajaran direksi dan para karyawan.

Mereka tampak mengungkapkan rasa syukurnya pada malam puncak perayaan hari ulang tahun yang berlangsung di Sim Square SMC RS Telogorejo, jalan KH Ahmad Dahlan Semarang, Senin (25/11/2019) malam itu.

Pasalnya, yayasan sosial yang berlokasi kurang lebih 400 meter dari kawasan Simpanglima tersebut telah melewati perjalanan panjang.

Yakni sejak saat masih berbentuk poliklinik hingga kini menjadi rumah sakit besar.

"RS Telogorejo ini punya riwayat panjang. Pada tahun 1925 dulu hanya poliklinik, kemudian pada tanggal 25 November 1951 Yayasan Kesehatan Telogorejo secara resmi mendirikan rumah sakit umum hingga kini menjadi besar," kata dr Alice Sutedjo Lisa, Direktur Utama SMC RS Telogorejo kepada tribunjateng.com.

Napak tilas, Alice menyebut rumah sakit sempat mengalami jatuh bangun.

Dijelaskan, saat rumah sakit sudah berdiri itu pernah terkena banjir.

Tak disangka masa itu kini telah terlewati.

"Kami berada di bawah yayasan sosial. Rumah sakit ini bisa besar karena memang rumah sakit ini dari masyarakat kembali ke masyarakat dan untuk masyarakat," lanjutnya.

Di sisi itu, Ketua Yayasan Kesehatan Telogorejo dr Koesbintoro Singgih MM menjelaskan, di era disrupsi ini menuntun SMC RS Telogorejo Semarang untuk terus melakukan terobosan baru.

Untuk itu pihaknya mengaku mengupayakan center of excellent (COE) mulai dari otak, jantung, hingga untuk penyakit epilepsi.

"Era distribution itu perubahan yang sangat cepat, jadi kami harus mempunyai sesuatu yang unggul. Untuk itu kami punya yang memang center of excellent otak maupun jantung. Kami tentukan Misalnya otak, kami bisa melakukan stereotaktik. Di Indonesia ada dua sample yaitu Semarang dan Surabaya.

Kemudian yang kedua, kami berusaha untuk centre of excellent lagi yang lain yaitu untuk epilepsi. Anak yang kejang-kejang itu sekarang sudah happy," paparnya.

Sementara itu, lanjutnya, dalam menyongsong satu abad Indonesia Merdeka pada tahun 2045 menuju 5 besar ekonomi dunia, pihaknya ingin turut mewujudkan cita-cita tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved