Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Indeks Risiko Bencana Tinggi, Bupati Pati Imbau Masyarakat Pahami Mitigasi Bencana

Kabupaten Pati memiliki indeks risiko bencana alam yang cukup tinggi. Beberapa jenis bencana alam yang cukup sering terjadi ialah banjir, kebakaran

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto meninjau peralatan mitigasi bencana usai bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Siaga Bencana 2019 di lapangan Alun-Alun Juwana, Rabu (27/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kabupaten Pati memiliki indeks risiko bencana alam yang cukup tinggi.

Beberapa jenis bencana alam yang cukup sering terjadi ialah banjir, kebakaran, angin puting beliung, dan kebakaran.

Berkaitan dengan hal ini, perlu dipahami bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pati Haryanto ketika bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Siaga Bencana 2019 di lapangan Alun-Alun Juwana, Rabu (27/11/2019).

"Penanggulangan bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat," ucapnya.

Berkaitan dengan hal ini, Haryanto mengungkapkan, apel ini merupakan sarana mengkoordinasikan dan meningkatkan kapasitas daerah, sarana prasarana, dan logistik (termasuk sumber dana dari berbagai unsur) agar mampu bersinergi dalam penanggulangan bencana.

Kecelakaan Truk Pengangkut Bata Merah Patah As dan Terguling di Karangreja Purbalingga

Buka Cabang Baru di Semarang, PT Jerindo Sari Utama Bidik Industri Makanan dan Minuman di Jateng

Ia berharap, seluruh pihak dapat meningkatkan pengetahuan dan kecakapan mitigasi bencana.

Sehingga, setiap dampak bencana bisa diminimalisasi.

"Saya harap, pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi pada warga, khususnya di daerah bencana.

Sehingga masyarakat memahami apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mengimbau semua elemen yang mengikuti apel tersebut agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi datangnya musim penghujan.

Menurutnya, usai kemarau panjang, sungai-sungai tak mampu menampung air hujan akibat menumpuknya sampah-sampah yang dibuang masyarakat.

"Aliran sungai jadi tersumbat. Rata-rata, bencana (banjir) di Kabupaten Pati berawal dari hal demikian," katanya.

Ia juga secara khusus menyorot persoalan kebakaran.

Menurutnya, intensitas bencana kebakaran di Kabupaten Pati tergolong cukup tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved