Curiga 300 Pohon Albasiyah Milik Ibunya Dicuri, Istu Bacok Nanang di Kepala

Karena merasa jengkel, Istu Prayogi (51) warga Kota Depok, Jawa Barat, diduga tega menganiaya Nanang Wijayono hingga menderita luka di kepala bagian

IST
Karena merasa jengkel, Istu Prayogi (51) warga Kota Depok, Jawa Barat, diduga tega menganiaya Nanang Wijayono hingga menderita luka di kepala bagian atas. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO - Karena merasa jengkel, Istu Prayogi (51) warga Kota Depok, Jawa Barat, diduga tega menganiaya Nanang Wijayono hingga menderita luka di kepala bagian atas.

"Berawal Nanang pergi mencari rumput.

Sesampai di rumah Lusiman di Dusun Krajan, Desa Semoni, Kecamatan Bagelen, dia bertemu dengan tersangka Istu Prayogi.

Keduanya cek cok hingga berakhir dengan penganiayaan," terang Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan didampingi Kasubag Humas Iptu Siti Komariyah dalam rilis di Mapolres Purworejo, Jumat (29/11).

Kejadian penganiayaan terjadi 18 November lalu, sekitar pukul 08.10 WIB.

Pagi-pagi Belasan Polisi Geruduk Masjid Al Mukarromah Panjer Kebumen, Ada Apa?

Hanya Karena Rokoknya Tak Ada, Ashari Tega Aniaya Istrinya hingga Lumpuh

Misteri Hilangnya Kades Batur Banjarnegara Terkuat, Ini Alasan Fauzi Menghilang 16 Hari

Pria 45 Tahun di Tegal Cabuli Bocah 6 Tahun yang Masih Tetangganya Sendiri

Pertengkaran tersebut dipicu kesalahpahaman antara tersangka dan korban yang berpangkal hilangnya 300 pohon albasiyah milik tersangka.

Nanang bekerja sebagai buruh yang bertugas menanam dan memelihara pohon albasiyah di lahan milik almarhumah ibu dari Istu Prayogi.

"Setelah ibu saya meninggal, pohon-pohon tersebut hilang ditebangi.

Saya hanya mengkonfirmasi Nanang, karena saya curiga dia yang menjual pohon-pohon tersebut," kata Istu Prayogi kepada wartawan.

Tersangka juga berdalih bahwa dirinya tidak membacok, goloknya hanya mengenai korban karena dia berusaha menghindari tonjokan dari Nanang.

Akibat lukanya, Nanang harus mendapat lima jahitan di kepala.

"Istu dijerat dengan pasal 351 KUHP yang ancaman hukimannya 5 tahun penjara," pungkas Kasat Reskrim. (*)

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved