Ada Staf Khusus Presiden dan Staf Khusus Wapres, Refly Harun Geram: Makin Kacau
Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengaku tidak sepakat dengan adanya staf khsusus wakil presiden.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Kendati demikian, kata dia, mereka yang ingin menjadi staf khususnya cukup banyak.
Namun, ia mengaku memilih langsung staf-staf khusus tersebut dengan kriterianya sendiri.
"Saya kenal baik, saya tahu kemampuan, saya juga tahu integritasnya," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf Amin pun tidak menyangkal sebagian besar para staf khususnya itu berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Namun, ia menyebutkan bahwa ada pula staf khusus yang berasal dari kalangan lain, termasuk orang-orang lama dari wakil presiden sebelumnya, yaitu Jusuf Kalla.
Adapun, delapan orang staf khusus tersebut didominasi dari kalangan Nahdatul Ulama (NU) dengan latar bidang yang berbeda-beda.
Mereka adalah mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir; Staf khusus sejak era Wapres Jusuf Kalla yang akan membidangi masalah hukum, Satya Arinanto.
Kemudian mantan staf khusus Kementerian Pertanian Sukriansyah S Latief; Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim; Ketua Harian PBNU Muhammad Imam Aziz; Ketua Harian PBNU Robikin Emhas. (*)
• Jawaban Ningsih Tinampi Setelah Dikritik karena Salahkan Korban Pemerkosaan, Bahas soal Kuntilanak
• Viral, Curhatan Istri saat Suami Nikah Lagi: Ku Kira Kerja Gak Bisa Pulang, Ternyata Sama Istri Muda
• Gaji GTT Jawa Tengah Minimal Setara UMK Tiap Daerah, Ganjar: Saya Titip Itu Buat Kepala Daerah
• Video Didi Kempot Live di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ada-stafsus-presiden-dan-stafsus-wapres-refly-harun-geram-makin-kacau.jpg)