Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus: Obat ODHIV Mahal dan Stok Menipis

Ketersediaan antiretroviral (ARV) di Indonesia memasuki zona merah meskipun obat tersebut krusial bagi orang dengan HIV/AIDS

Tayang:
thinkstock/vchal via Kompas.com
Ilustrasi HIV/AIDS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Ketersediaan antiretroviral (ARV) di Indonesia memasuki zona merah meskipun obat tersebut krusial bagi orang dengan HIV/AIDS. Selain ketersediaanya yang terbatas, harga ARV juga relatif mahal.

Tribun Network menelusuri ketersediaan ARV di apotek-apotek di Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat (29/11) lalu.

Seorang apoteker di apotek Kimia Farma di Kota Depok. Ketika Tribun Network menanyakan ketersediaan ARV di apotek tersebut, apoteker menjawab stok obat tersebut sedang kosong di gerai mereka.

"Stok kami sedang kosong, tapi kalau mau bisa coba dipesankan," ujar apoteker itu.

Tribun Network menanyakan jenis ARV yang mereka jual. Mereka menjual ARV jenis Neviral Neviprapine dan Duviral Lamivudine Zidovudine.

Harga satu botol Neviral Nevirapine adalah Rp 350.300 sedangkan Duviral Lamivudine Zidovudine adalah Rp 429.000,- per botol.

Tribun Network kemudian menanyakan kapan obat-obat tersebut bisa didapatkan jika inden.

"Misalnya ada, nanti sore atau malam sudah ada, tapi kalau kita pesan sedikit, agak lebih lama," kata apoteker tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribun Network, Kimia Farma adalah satu dari dua distributor ARV di Indonesia.

Kimia Farma mendistribusikan ARV sejak 2004. Satu distributor lainnya adalah PT Indofarma Global Medika sejak Juli 2018. Hingga berita ini diturunkan Tribun Network belum mendapatkan konfirmasi dari Kimia Farma soal ketersediaan ARV di Indonesia.

Iman Abdurrakhman, advocacy officer Pusat Penelitian HIV/AIDS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, menuturkan permasalahan ketersediaan ARV mungkin tidak terasa di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Namun demikian, distribusi ARV tidak merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Akibatnya, banyak orang dengan HIV dan orang dengan AIDS kesulitan melanjutkan perawatan.

"Di Jakarta belum terasa dampaknya. Di Manado banyak yang sudah putus. Mereka yang di sana sampai teriak-teriak," tutur Iman kepada Tribun Network di Jakarta, Jumat (29/11) lalu.

ARV krusial bagi seorang ODHIV dan ODHA. Obat ini memang tidak bisa menyembuhkan mereka, namun setidaknya bisa mencegah virus HIV berkembang dan mengurangi risiko penularan.

ODHIV dan ODHA harus minum obat ini secara disiplin, tepat waktu dan seumur hidupnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved