Ahli Ungkap Besaran Tegangan Listrik Petir dan Cara Meminimalisir Tersambar
Untuk menghantarkan arus ke bumi, petir cenderung memilih tempat terbuka, obyek yang tinggi, dan tonjolan
Dari sisi kekuatan, tegangan petir pun sangat besar.
Tegangan listrik yang bisa ditoleransi manusia 20 miliampere.
Sementara tegangan yang dihasilkan petir bisa mencapai 26.000 ampere.
Bagi petir, membunuh manusia adalah perkara mudah.
Menghindari risiko tersambar petir
Mengetahui sifat dan cara penghantaran petir, manusia sebenarnya bisa meminimalkan risiko tersambar.
"Jangan berada di tempat terbuka."
"Lalu jangan berada di jarak kurang dari 2 meter dari obyek yang tinggi agar tidak tersambar," kata Syarif.
Jangan berpikir obyek yang bisa menghantarkan petir hanya logam.
Syarif menegaskan kembali, petir berbeda dengan listrik di rumah kita.
Petir memiliki sumber arus tetap, tapi tegangan berubah-ubah.
Sementara listrik di rumah kita merupakan sumber tegangan, tegangan tetap dan arus berubah-ubah.
Karena itu, untuk bisa ke bumi, petir bisa lewat kayu dan bambu yang bukan penghantar listrik baik.
"Kalau cuaca berubah, sudah mulai gelap dan ada awan hitam, lebih baik menjauh dari daerah lapang yang terbuka."
"Kalau di lapangan terbuka ada satu pohon, jangan didekati karena (pohon) bisa menjadi magnetnya," imbuh Agie Wandala, Kepala Sub Bidang Iklim dan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Orang Indonesia perlu mewaspadai ancaman petir.
Sejumlah wilayah Indonesia seperti Depok, Bogor, Riau, Jambi, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat tergolong rawan petir.
Riset yang dilakukan Syarif mengungkap, Indonesia bisa mengalami 24 petir per kilometer per hari. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Petani Tewas Tersambar Petir, Seberapa Besar Kekuatan Halilintar?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-petir_20160426_194146.jpg)