Polsek Sayung Beri Sumbangan Warga yang Rumahnya Ambruk Diterjang Angin Puting Beliung
Polsek Sayung memberi sumbangan kepada warga yang rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung
Penulis: Moch Saifudin | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Seribuan rumah di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, terdampak angin puting beliung, di antaranya terdapat rumah yang roboh total.
Warga Desa Tambakroto RT 1 RW 1, Nur Afwan (30), mengatakan, rumahnya ambruk selang beberapa menit setelah ia dan keluarganya pindah ke rumah pamannya yang berada di samping rumahnya.
Nur Afwan menjelaskan, rumah yang ia huni sejak SD, berukuran 6 x 12 meter persegi, tersebut bagian sampingnya ambruk ke arah rumah pamannya dan bagian depan ambruk ke halaman.
"Selang tiga sampai lima menit pindah, rumah saya ambruk," jelasnya, Senin (9/12/2019).
Ia menceritakan, hujan lebat sekira pukul 21.00 WIB, ia masih berada di rumah bersama tiga anggota keluarganya.
Rumah warga lain di Desa Pilangsari, RT 1 RW 2, Agus Karyoto (49), ambruk keseluruhan.
Agus mengatakan, rumahnya tersebut baru ia renovasi dengan pondasi dan beratapkan bambu.
Meski demikian, rumah tersebut sudah ia tempati bersama anak dan isterinya.
"Sekitar jam sembilan malam, saya dihubungi isteri saya kalau hujan lebat, kemudian saya pulang, ternyata rumah saya sudah roboh, Alhamdulillah isteri dan anak saya selamat," terangnya.
"Saya berterimakasih mendapat perhatian dan bantuan dari pihak kepolisian," ujarnya.
Kapolsek Sayung, AKP Agus Subrojo, mengatakan, pihaknya membantu dua warga yang terdampak bencana hujan deras disertai angin kencang di dua desa, yaitu Tambakroto dan Pilangsari.
Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban warga yang rumahnya runtuh akibat angin puting beliung.
"Dari dana yang terkumpul dari zakat profesi Polsek Sayung, kami memberikan satu karung beras 25 kilogram dan satu kardus mi instan kepada warga yang rumahnya runtuh," jelasnya.
Ia menambahkan, akibat hujan deras disertai angin kencang semalam, beberapa desa di Kecamatan Sayung terdampak kerusakan, sebagian besar atapnya beterbangan.
Ia menyebut, di antaranya Desa Sayung, Pilangsari, Tambakroto, Sriwulan, dan Kalisari.