Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang Terus Meningkat, Dinkes Sebut Mayoritas Sesama Jenis
Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang cenderung terus meningkat. Bahkan peningkatan jumlah ODHA mencapai 500 orang per tahun, sejak 2011.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang cenderung terus meningkat.
Bahkan peningkatan jumlah ODHA mencapai 500 orang per tahun, sejak 2011.
"Trennya memang mengalami kenaikan.
Sejak dari 2011 sampai 2019 kenaikannya rata-rata 500 per tahun," papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam, ditemui di kantornya, Selasa (10/12/2019).
Menurut Hakam, kasus HIV/AIDS di Kota Semarang didominasi oleh lelaki seks lelaki (LSL).
Meski tak menyebutkan jumlahnya, Hakam menyebut prosentasenya tinggi.
• Kenapa Korban Tersengat Tawon Vespa Bisa Meninggal? Ini Alasannya
• Meski Setuju, Ganjar Minta Wacana Koruptor Dihukum Mati Dibahas Matang dan Mendalam
• Viral Serangan Tawon Vespa, Begini Cara Penanganan Pertama Apabila Tersengat
• Kisah Indri Suwarti Anak Seorang Kuli Angkut Truk Pasir Jadi Wisudawan Terbaik Unsoed Purwokerto
"Kelompok penyumbang kasus HIV/AIDS terbanyak didominasi LSL.
Tren itu di Kota Semarang sejak 2015 sudah mulai naik," jelasnya.
Ia menguraikan, pada 2011, kasus HIV/AIDS di Kota Semarang berkisar 1.711 kasus, lalu di 2018 mencapai 5.232 kasus.
Di 2019, hingga saat ini menurutnya mencapai 5.703 kasus.
Meski begitu ia menjelaskan dari jumlah tersebut, tidak semuanya tinggal di Kota Semarang.
Pasalnya perhitungan Dinkes Kota Semarang adalah berdasarkan kasus yang ditemukan di Rumah Sakit yang ada di Kota Semarang.
"Sedangkan pasien rumah sakit di Semarang belum tentu orang Semarang.
Beberapa rumah sakit di Semarang berdekatan dengan wilayah sekitar Semarang.
Misal Kabupaten Semarang, Kendal, Demak," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinkes-kota-semarang-moch-abdul-hakam-ditemui-di-kantornya-selasa-10122019.jpg)