Sekda Jepara : Camat, Lurah dan Petinggi Lainnya Tidak Ada Lagi Alasan HP Mati, Harus On Call
Menghadapi musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara siaga penuh dalam penanganan bencana.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Menghadapi musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara siaga penuh dalam penanganan bencana.
Mengantisipasi banjir dan tanah longsor, angin puting beliung, serta evakuasi manusia maupun barang jika terjadi bencana, merupakan prioritas yang dilakukan.
Demikian disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, dalam rakor kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (11/12/2019).
"Kejadian bencana di Jepara ini memang tidak bisa kita prediksikan.
Namun, bisa kita mitigasi.
Sehingga risiko adanya korban dapat diminimalkan, masyarakat sekarang ini juga kita sosisalisasi untuk tanggap terhadap bencana,," ujar dia.
• BNI Syariah Hadir di Brebes, Bupati Harap Jadi Solusi Alternatif Masyarakat dalam Akses Permodalan
• Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Masih Temukan Produk Kadaluwarsa di Cilacap
• Bupati Batang Minta Porsi 70 Persen UMKM Lokal Isi Rest Area Tol Trans Jawa
• Tak Cuma Sekolah, Longsor Rusak 4 Rumah di Desa Suwidak dan Bantar Wanayasa Banjarnegara
Mengantisipasi dampak musim hujan turun secara sporadis dengan intensitas tinggi, BPBD Kabupaten Jepara telah siap siaga 24 jam.
Dengan personel gabungan lintas sektor, ratusan relawan yang tersebar di berbagai kecamatan, serta menyiapkan nomor layanan untuk melaksanakan penanganan bencana.
Yakni, (0291) 598291 atau 08112766451.
Harapannya bencana bisa ditangani sesegera mungkin.
Edy Sujatmiko yang juga Sekda Jepara menegaskan, camat, lurah, dan petinggi untuk dapat terus mengaktifkan ponselnya.
Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana dapat segera berkoordinasi.
"Tidak ada alasan lagi HP mati karena sedang di-charger dan lain sebagainya.
HP sekarang sudah canggih-canggih, jadi harus on call,” kata Sekda Jepara.
Berdasarkan data terakhir yang dimiliki pihaknya, tercatat 24 kejadian bencana tanah longsor sepanjang tahun ini.
Kemudian, lima kejadian angin puting beliung, dan enam kejadian banjir. (goz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-kesiapsiagaan-menghadapi-musim-hujan-di-pendopo-kabupaten-jepara.jpg)