Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembayaran Lewat Transaksi Keuangan Digital di Kota Semarang Terus Meningkat

Transaksi pembayaran meneng gunakan akun virtual di Kota Semarang mulai berkembang.

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Seorang pasien Puskesmas Pandanaran Semarang melakukan pembayaran biaya kesehatan menggunakan GoPay, Jumat (13/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Transaksi pembayaran meneng gunakan akun virtual di Kota Semarang mulai berkembang.

Peran penggunaan aplikasi dalam hal pembayaran, turut berperan dalam penguatan ekonomi serta kemajuan kota menuju Smart City.

Tak hanya bidang jasa, seperti transpotasi dan layanan pesan antar makanan.

Bahkan pembayaran biaya kesehatan melalui aplikasi, mulai dilirik masyarakat.

Seperti di sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Semarang. Di mana persentase pembayaran menggunakan akun virtual semakin meningkat.

7 Sekolah di Demak Dapat Penghargaan Sekolah Adiwiyata, Ini Daftarnya

Ribuan Umat Kristiani Pakai Baju Adat Nusantara Turun ke Jalanan Kota Salatiga Meriahkan Natal 2019

Fendi : Mahasiswa Perlu Inovatif Merespons Bonus Demografi

Tinggal Sendirian, Nenek Berusia 100 Tahun di Karangmoncol Purbalingga Ditemukan Tak Bernyawa

Menurut Antonia Sadniningtyas, Kepala Puskesmas Pandanaran, Semarang, tren penggunaan aplikasi untuk pembayaran terus tumbuh.

“Seperti di Puskesmas Pandanaran, yang sudah bekerjasama dengan Gojek sejak Agustus lalu.

Pasien yang datang mulai melakukan pembayaran menggunakan GoPay,” jelasnya, Sabtu (14/12/2019).

Dipaparkannya, dalam sehari Puskesama Pandanaran bisa melayani 130 pasien.

“10 persen dari total pasien yang datang menggunakan GoPay untuk membayar biaya kesehatan,” ucapnya.

Dilanjutknya, meski dalam tahap sosialisasi, namun ia memprediksi pembayaran menggunakan aplikasi akan semakin tumbuh.

“Pembayaran non tunai lebih efektif, selain itu laporan keuangan juga sudah tertata secara otomatis.

Di Semarang sendiri, 37 Puskesmas yang ada sudah menerapkan pembayaran melalui aplikasi,” kata Antonia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diabudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengakui mulai merebaknya transaksi melalui aplikasi merubah mainset masyarakat.

“Mainset jalan-jalan sebagai hanya untuk hiburan kina berubah menjadi kebutuhan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved