Kampus PSDKU Undip Batang Bakal Diresmikan Juli 2020
Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro Batang yang berada di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, akan mulai dibangun.
Penulis: dina indriani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro Batang yang berada di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, akan mulai dibangun.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Budi Setiyono, mengatakan, Detail Engineering Design ( DED) sudah dibuat di tahun 2019.
"DED sudah dibuat, tinggal melakukan pelelangan di awal tahun 2020 untuk pembangunan kampus Undip di Batang," ujarnya dalam rilis.
Dikatakannya, kampus diperkirakan bisa menampung seribu mahasiswa dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 15 Miliar dan rencananya akan diresmikan pada Juli 2020.
"Saat ini kampus PSDKU Undip Batang masih meminjam fasilitas gedung milik Pemkab Batang yang digunakan prodi D-3 Administrasi Pajak dan D-3 Hubungan Masyarakat," jelasnya.
Wakil rektor juga menyampaikan bahwa untuk saat ini Undip masih melakukan assesment terhadap kebutuhan Pemkab Batang.
Karena di Batang memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik pertanian maupun wisatanya.
"Undip mau tidak mau harus men-support Pemkab Batang, program studinya pun sejalan dengan pengembangan kebijakan dan master plan yang dibuat oleh Pemkab, termasuk mendukung di sektor pariwista," jelasnya.
Kemungkinan Undip juga akan mendirikan pusat unggulan yakni teaching factory di bidang atsiri, dan membangun pengembangan studi technopark atau teaching industri.
"Pengolahan dari minyak atsiri kita usahakan sudah sampai pada produk hilirisasi dalam bentuk parfum, sabun dan paling tidak suatu bahan yang sudah bisa diserap ke industri secara langsung," ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk mendukung Heaven of Asia dan tahun kunjungan wisata 2022, kampus Undip di Batang akan bernuansa kebun bunga, yang nantinya bisa menjadi contoh masyarakat Batang.
Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pemerintah daerah telah menyerahkan sertifikat hibah tanah seluas 9,4 hektare, karena merupakan impian masyarakat Batang yang mendambakan berdirinya perguruan tinggi.
"Berdirinya PSDKU Undip diharapkan bisa meningkatkan nilai Indek Pembangunan Manusia di Batang," ujarnya.
Menurut Wihaji, keberadaan kampus Undip memiliki multiplier effect, tidak hanya pendidikan dan kualitas sumber daya manusia yang meningkat.
Tetapi juga efek ekonominya pasti naik, karena akan ada miliaran uang yang masuk di Batang.
"Masyarakat diharapkan dapat menangkap peluang usaha, seperti rumah kos, fotokopi, warung makan, laundry dan lainya," pungkasnya. (din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wihaji-dan-budi-setiyono.jpg)