Kota Lama Semarang Sepenuhnya akan Dikelola Disbudpar Pada 2020
Kawasan Kota Lama Semarang semakin hari kian ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun luar negeri.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
Tentu saja, hal ini harus menunggu sarpras di kawasan tersebut siap.
"CFN evaluasinya bagus. Para pengusaha yang semula takut omzet menurun, alhamdulillah mulai naik. Kami akan imbangi dengan pemberlakukan CFN setiap malam," ucap Hendi, sapaan akrabnya.
Konsekuensinya, kata Hendi, kendaraan harus beralih ke jalur lain.
Apalagi kendaraan besar memang seharusnya tidak melalui jalur Kota Lama lantaran jalan di kawasan Kota Lama menggunakan batu andesit.
"Untuk tonase, saya sudah sampaikan kendaraan besar dialihkan jalur lain karena disana pake batu andesit kekuatannya tidak sebesar aspal," jelasnya.
Sementara terkait revitalisasi tahap dua Kota Lama, lanjut Hendi, saat ini sudah selesai lelang dan akan segera dilakukan pembangunan, yakni di Taman Bubakan dan Rumah Pompa Berok. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wisatawan-kunjungi-kota-lama-semarang.jpg)