Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jembatan Darurat Surodadi - Warureja Tegal Sudah Bisa Dilalui Sepeda Motor

Jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Suradadi - Warureja, Kabupaten Tegal akhirnya rampung dibuat.

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
IST
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani bersama warga setempat cek lokasi jembatan penghubung antarkecamatan Suradadi-Warureja, Kabupaten Tegal 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Suradadi - Warureja, Kabupaten Tegal akhirnya rampung dibuat.

Namun, jembatan darurat tersebut hanya mampu dilintasi kendaraan motor roda dua saja.

Seperti diketahui, Jembatan penghubung antar kecamatan itu ambles sejak beberapa bulan lalu.

Jembatan itu terletak di ruas Jalan Desa Kertasari - Sukareja, Kecamatan Suradadi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani yang mengecek perampungan jembatan darurat beberapa waktu lalu itu menuturkan, penyebab jembatan ambles karena kontruksi pondasi kurang kokoh.

Libur Natal dan Tahun Baru, Pengusaha Rental Mobil di Semarang Sepakat Naikkan Harga

Reses di Salatiga, Bukhori Sebut PKS Masih Perjuangkan STNK Gratis

Tinjau Misa Natal, Sekda Pekalongan Pastikan Berjalan Lancar dan Aman

Tak Cuma Perayaan Natal, Umat Katolik Gereja St Ignatius Paroki Krapyak Semarang Juga Renovasi RTLH

"Padahal, jembatan itu dibangun baru beberapa tahun lalu.

Jembatan itu ambles bukan karena ada banjir tahun lalu," ungkap Rudi kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/12/2019).

Dia menuturkan, jembatan darurat itu dibuat swadaya oleh warga sekitar dengan menggunakan kayu.

Namun, jembatan darurat tersebut tak bisa dilintasi kendaraan beroda empat atau lebih.

Sehingga, bagi kendaraan mobil yang hendak melintasi jembatan tersebut akan dialihkan ke jalur pantura.

"Kondisi jembatan sangat vital bagi warga dua kecamatan itu untuk akses pertanian dan semacamnya.

Ini memang harus segera dibenahi," ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan 3 meliputi Kecamatan Suradadi, Warureja dan Kramat itu.

Awalnya, dia mendapatkan informasi adanya jembatan ambles dari perangkat desa setempat.

Dia menceritakan, jembatan itu ambles sejak beberapa bulan lalu saat musim kemarau.

Dari laporan warga, pondasi jembatan di salah satu sisi ambrol sehingga membuat jembatan miring.

"Jembatan dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar 3 meter itu, rawan ambruk.

Dengan kondisi itu, akhirnya warga terpaksa menurunkan salah satu sisi jembatan supaya tidak dilewati," sambungnya.

Rudi menjelaskan bahwa warga bukan sengaja merusak.

Hal itu dilakukan warga supaya memberi keamanan bagi pengendara saat melintasi jembatan.

Politisi dari Gerindra itu mengungkapkan bahwa jembatan tersebut bisa dibangun kembali pada tahun 2020 mendatang.

Pihaknya juga telah meminta untuk dinas terkait melakukan pengecekan jembatan darurat.

"Minta dicek supaya kekuatan dan keamanan jembatan daruratnya dapat diketahui.

Info ini berguna untuk warga sekitar, terlebih sekarang sudah musim hujan," jelasnya. (Tribunjateng/gum).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved