Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tak Cuma Perayaan Natal, Umat Katolik Gereja St Ignatius Paroki Krapyak Semarang Juga Renovasi RTLH

Umat Katolik Gereja St. Ignatius Paroki Krapyak Semarang sambut Natal dengan rangkaian aksi sosial.

Tayang:
Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Umat Katolik Gereja St. Ignatius Paroki Krapyak Semarang sambut Natal dengan rangkaian aksi sosial.

Pastor Paroki Gereja St. Ignatius, Romo Yohanes Sunaryadi, Pr mengatakan aksi sosial dimulai dengan melakukan perbaikan satu rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Rumah tersebut milik warga tidak mampu bukan Katolik, di wilayah Krapyak.

"Perbaikan rumah dimulai pertengahan November dan selesai pertengahan Desember, " katanya kepada Tribun Jateng, Selasa (24/12/2019) malam.

Romo menuturkan aksi sosial selanjutnya berupa memasang pohon pengharapan di TK SD PL-Servatius Gunung Brintik, Randusari Semarang Selatan.

Pihak gereja menyediakan dua pohon pengharapan, untuk digantungi kertas yang berisi permintaan hadiah Natal oleh anak-anak.

Para anak rata-rata meminta hadiah berupa pakaian, sepatu, tas, alat tulis maupun mainan.

Lantas para umat Gereja juga sangat antusias mengambil kertas harapan itu.

"Umat Gereja akan bertemu dengan anak-anak lalu membagikan hadiah sesuai permintaan mereka pada 11 Januari nanti," katanya.

Aksi sosial lainnya berupa donor darah, pengobatan murah, potong rambut gratis, dan pijat refleksi.

Kegiatan diikuti warga sekitar Gereja dan umat katolik.

Bekerjasama dengan pihak luar seperti PMI Kota Semarang.

"Dasar dari seluruh aksi sosial tersebut adalah melakukan kegiatan yang merangkul seluruh elemen masyarakat," kata Romo.

Dia juga berpesan kepada semua umat Katolik agar mengabdi di masyarakat sekitar.

"Ketika ditunjuk jadi RT, RW atau pelayanan apapun di masyarakat.

Umat Katolik harus berani, jangan menolak," pesannya.

Dia mencontohkan pihak Gereja memiliki program Jumat Srawung, yaitu mengunjungi para tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah paroki Gereja.

Program itu bagian dari interaksi dengan masyarakat.

"Mereka semua menerima dengan baik, ini upaya kita menjaga keharmonisan," paparnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved