Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Tersambar Kereta di Kaligawe Tak Beridentitas, Kini Dibawa ke Kariadi
Wanita hamil yang tewas tersambar kereta api di kawasan palang pintu Kaligawe, mayatnya disimpan di RSUP Kariadi Semarang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wanita hamil yang tewas tersambar kereta api di kawasan palang pintu Kaligawe, kini sudah berada di Kamar Jenazah RSUP Kariadi, Semarang.
"Jenazah sudah kami terima dari Polisi pukul 10.00 WIB, juga telah divisum dokter," ujar Pelaksana Pemulasaran Jenazah, RSUP Kariadi, Ahmad Turmudhi, Rabu (25/12/2019) Siang.
Turmudhi menuturkan tidak ada identitas pada jenazah tersebut.
Tidak ada pula ciri khusus atau tanda lahir pada jenazah.
Sehingga pihak rumah sakit hanya memandikan lalu menyimpan di lemari pendingin jenazah.
"Sesuai prosedur, jenazah tersebut kami simpan selama 30 hari," jelasnya.
Turmudhi melanjutkan, setelah 30 hari tidak ada pihak keluarga yang mengambil maka jenazah tersebut akan dimakamkan oleh pihak Rumah Sakit.
"Kami juga nanti akan berkomunikasi kepada polisi jika jenazah tidak kunjung diambil oleh keluarga," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, wanita hamil yang tersambar kereta api di palang pintu Kaligawe diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Hal ini, diungkapkan anggota Babinsa Koramil Gayamsari, Sertu Sahli, kepada Tribun Jateng, Rabu (25/12/2019).
Dia menuturkan, wanita tersebut diduga ODGJ lantaran tidak memiliki identitas.
Bahkan, lanjut dia, warga sekitar palang pintu Kaligawe seringkali bergurau dengan korban.
"Warga sering bergurau minta nomor togel ke wanita itu, karena dia dianggap gila," terangnya.
Sahli tidak tahu pasti sudah berapa lama wanita itu berada di sekitar palang pintu Kaligawe.
"Yang jelas wanita tersebut sering melintas di wilayah itu. Dia hamil pun tidak jelas siapa yang menghamili," katanya.
Hamil 7 bulan
Wanita yang tewas tersambar kereta di Kaligawe dalam kondisi hamil.
"Iya hamil sekira 7 bulan, saya lihat perutnya sudah besar," ujar saksi mata,Yoyok (40) kepada Tribun Jateng.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 4 RW 2 Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayam Sari, Kota Semarang.
Disebutkannya, ciri-ciri wanita hamil tersambar kereta tersebut berpakaian hitam lengan pendek dan bercelana pendek warna coklat.
Rambutnya pendek seperti laki-laki.
Mengalami luka parah di wajah di bagian kiri hingga mata sebelah kiri keluar.
Punggung mengalami luka memar melintang sepanjang 20 senti dan dalam sekira 5 senti.
"Pertama yang melihat mayat itu Bu Ririn saat mau menjemur pakaian pukul 06.30 WIB.
Sebab mayat tepat berada belakang rumahnya. Dia teriak karena kaget," paparnya.
Yoyok mengaku sudah beberapa kali melihat wanita itu berjalan kaki mondar-mandir di sekitar palang kereta Kaligawe.
Terakhir melihat wanita tersebut beberapa hari lalu.
Namun Yoyok dan warga setempat tidak mengenali wanita itu.
"Dia bukan warga sini. Tidak tahu, orang sini tidak ada yang kenal," jelasnya.
Penemuan mayat itu pun menjadi tontonan warga.
Kurang lebih pukul 09.30 di evakuasi mobil ambulan RSUP Kariadi.
Sebelumnya Tim Inafis Polrestabes Semarang telah melakukan olah TKP.
Sementara Penjaga Palang Pintu Jalan Raya Kaligawe, Priyanto menuturkan korban kemungkinan tersambar kereta arah Semarang Tawang- Jakarta.
"Posisi mayat berada di sebelah selatan rel, tetapi mayat tewas tertabrak kereta atau tersambar itu masih belum dipastikan karena tidak ada laporan dari masinis," jelasnya.(iwn)