Breaking News:

Sempat Mangkrak, Jembatan Gantung Kalibodri Kendal Kini Tinggal Pemasangan Lantai

Diketahui jembatan gantung berukuran panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter itu merupakan bantuan dari Kementrian PUPR yang dikerjakan pada 2018.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Jembatan gantung Kalibodri yang menghubungkan Desa Wonosari, Patebon dengan Desa Korowelang Kulon, Cepiring di Kabupaten Kendal, hampir selesai. Hanya kurang beberapa meter lagi lantai jembatan tersebut terpasang seluruhnya. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jembatan gantung Kalibodri yang menghubungankan Desa Wonosari Kecamatan Patebon dengan Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, di Kabupaten Kendal hampir selesai.

Saat ini jembatan tersebut dalam tahap pengerjaan pemasangan lantai.

Hanya tinggal beberapa meter lagi lantai jembatan itu terpasang agar terhubung sepenuhnya.

Diketahui jembatan gantung berukuran panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter itu merupakan bantuan dari Kementrian PUPR yang dikerjakan pada 2018.

Namun beberapa waktu lalu pembangunan jembatan tersebut sempat mangkrak dikarenakan ada kendala dalam pengadaan bahan baku rangka jembatan tersebut.

Namun proyek tersebut mulai dikerjakan kembali pada Agustus 2019.

"Sesuai SPK (Surat Perintah Kerjanya) selesai pada 31 Desember 2019," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiyono, Minggu (29/12/2019).

Ia mengatakan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat terutama para pekerja dan pelajar.

Pasalnya jembatan itu mempersingkat jarak tempuh bagi masyarakat Cepiring yang hendak ke Kecamatan Kendal maupun sebaliknya.

"Saya harap kontraktor bisa menyelesaikan sesuai SPK. Jika lebih dari 31 Desember 2019, kontraktor akan terkena denda," katanya.

Sementara itu, Setiawan warga Cepiring mengatakan, selama ini dirinya untuk menyebrang Kalibodri harus menyebrang menggunakan jembatan apung yang dibangun warga sekitar.

Namun saat musim penghujan seperti saat ini dirinya takut menyebrang.

"Kalau hujan saya milih lewat jalan Pantura. Khawatir kalau lewat jembatan apung, harapannya segera jadi bisa dilewati," katanya. (Dhian Adi Putranto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved