Pergantian Tahun di Banjarnegara Diwarnai Longsor di 2 Titik
Pergantian tahun baru diwarnai kejadian longsor di Kabupaten Banjarnegara. Hujan berintensitas tinggi memicu pergerakan tanah di Dukuh Gunung Alang
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pergantian tahun baru diwarnai kejadian longsor di Kabupaten Banjarnegara.
Hujan berintensitas tinggi memicu pergerakan tanah di Dukuh Gunung Alang Desa Twelagiri Kecamatan Pagedongan, (31/12) lalu.
Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, longsor merusak gudang milik warga dan sempat menutup jalan desa.
Longsor juga mengancam lima rumah warga yang berada di bawah tebing milik Wawan, Rahmat, Hilwan, Eko dan Mistoni dengan total penghuni 27 jiwa.
• KNKT Sebut Belum Ada Regulasi yang Mengatur Ketahanan Guling Sistem Pengereman
• Suka Naik Gunung? Ini yang Perlu Diperhatikan saat Mendaki di Musim Hujan
• Omset Usaha Sumiyati Berkurang 2 Bulan Terakhir karena Pasokan Air PDAM Tersendat
• PPP Kabupaten Semarang Mulai Lancarkan Strategi Hadapi Pilkada 2020
"Ada lima rumah di bawah tebing terancam,"katanya
Hari berikutnya, tepat tahun baru, (1/1), hujan lebat mengakibatkan talud penahan jalan setinggi 5 meter di Rt 4 Rw 2 Dusun Babakan Desa Kandangwangi Kecamatan Wanadadi longsor.
Material longsor sempat menutupi drainase dan bahu jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Wanadadi menuju kota Banjarnegara.
Warga telah membersihkan material longsor sehingga jalan bisa dilalui dengan lancar.
Arief mengatakan, jika terjadi hujan lebat, material longsor masih berpotensi runtuh lagi.
"Warga pengguna jalan diimbau berhati hati saat melintas," katanya. (aqy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/longsor-talud-di-desa-kandangwangi-wanadadi-banjarnegara.jpg)