Gelombang Tinggi, Penyeberangan ke Karimunjawa Ditutup Sementara
Gelombang laut yang tinggi membuat jalur penyeberangan kapal menuju Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditutup sementara sejak Jumat
Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Gelombang laut yang tinggi membuat jalur penyeberangan kapal menuju Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditutup sementara sejak Jumat (3/1/2020) siang.
Menurut Camat Karimunjawa, Karnanajeng menjelaskan, kondisi gelombang yang tinggi hingga dua meter membuat kapal pengangkut tidak dapat melintas.
"Sampai sekarang tinggi gelombangnya hingga dua meter, jadi kapal penyeberangan tidak bisa melintas," ujar dia saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (6/1/2020).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat wisatawan yang masih berada di Karimunjawa, atau yang akan menuju ke sana tidak bisa melintas.
Hal itu membuat kegiatan wisata yang ada di Karimunjawa lumpuh hingga cuaca kembali membaik.
"Kegiatan wisata di Karimunjawa untuk sementara ini vakum," ujar dia.
Pengiriman bahan bakar minyak ke Karimunjawa juga diperkirakan bakal terlambat karena prediksi cuaca yang mulai pulih pada tanggal 10 Januari 2020.
Sedangkan pengiriman bahan bakar seharusnya sudah dilakukan pada minggu pertama ini.
"Pengiriman bahan bakar dua minggu sekali, terakhir dikirim minggu ketiga bulan Desember 2019. Seharusnya minggu pertama ini sudah dikirim," ujar dia.
Kendati demikian dia masih belum mengetahui secara pasti waktu pengiriman bahan bakar dari Pertamina ke sana.
Kondisi terakhir, kata dia, stok BBM yang ada di SPBU sudah kosong dan mengandalkan stok pengecer.
"Stok bahan bakar di SPBU sudah tidak ada, tapi kalau dari pengecer kemungkinan masih ada," jelas dia. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelabuhan-karimunjawa-ok_20180816_144331.jpg)