Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

13 Skenario Balas Dendam Iran ke Amerika Atas Terbunuhnya Qassem Soleimani, Jadi Perang Dunia III?

Pembahasan bakal terjadi perang dunia ketiga jika Iran dan Amerika Serikat saling serang bisa saja terjadi.

Editor: galih permadi
SputnikNews
Bendera merah berkibar di kubah masjid Qom sebagai respon tewasnya Kepala Pasukan Quds Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IGRC), Jenderal Qassem Soleimani. 

TRIBUNJATENG.COM - Pembahasan bakal terjadi perang dunia ketiga jika Iran dan Amerika Serikat saling serang bisa saja terjadi.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani menyatakan, iran sedang mempertimbangkan 13 skenario balas dendam setelah Qassem Soleimani tewas.

Dia mengklaim, 13 skenario balas dendam Iran itu akan membuat bencana bagi Amerika Serikat di Timur Tengah.

Cerita Sahabat Reynhard Sinaga Predator Seksual Asal Indonesia, Rey Anggap Dirinya Peterpan

Klasik Alami Kecelakaan dan Kritis di Semarang, Rangga Mengaku Adiknya Ditolak Beberapa Rumah Sakit

Semakin Tua Cristiano Ronaldo Juventus Dianggap Semakin Melambat, Tapi Fakta Statistik Tidak

Waspada, Jateng Akan Dilanda Fenomena MJO Dalam 3 Hari Ke Depan

Ali Shamkhani menyatakan itu seperti diwartakan Al Jazeera Selasa (7/1/2020).

"AS harus tahu bahwa hingga saat ini, 13 Skenario Balas Dendam telah dibahas dalam pertemuan di dewan," ujar Shamkhani.

Dia mengklaim, plot paling kecil yang nantinya disetujui dewan dan dieksekusi Iran bakal mendatangkan bencana bagi AS.

Pada Selasa, massa dalam jumlah besar berkumpul di Kerman, kota kelahiran Jenderal Qassem Soleimani, untuk mengikuti proses pemakamannya.

Komandan Garda Revolusi Hossein Salami dikutip AFP menyatakan, kepala Pasukan Quds itu dibunuh AS secara tidak adil.

Dalam prosesi itu, Salami menuturkan bahwa proses untuk "mengusir Washington dari kawasan Timur Tengah" telah dimulai.

"Prinsip kami tegas.

Kami akan memberi tahu musuh kami jika mereka menyerang lagi, kami akan menghancurkan apa yang mereka sayangi," ancamnya.

Murid-murid sekolah ikut dalam massa tersebut, dan meneriakkan yel-yel "Matilah Amerika" sepanjang proses pemakaman.

Salah satu pelayat menyatakan, Qassem Soleimani dicintai tak hanya di Iran.

Namun juga dunia, dan menjaga keamanan dunia Muslim, terutama Iran.

Pelayat bernama Sara Khaksar itu berujar, tewasnya jenderal 62 tahun itu telah "memanaskan darah orang-orang Iran".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved