Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Klasik Alami Kecelakaan dan Kritis di Semarang, Rangga Mengaku Adiknya Ditolak Beberapa Rumah Sakit

Kecelakaan yang dialami oleh Klasik, seorang siswi SMP di Kota Semarang, membuatnya mengalami luka kritis, Senin (7/1/2020) kemarin.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Klasik yang mengalami luka kritis usai kecelakaan di Jl Majapahit Semarang, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan yang dialami oleh Klasik, seorang siswi SMP di Kota Semarang, membuatnya mengalami luka kritis, Senin (7/1/2020) kemarin.

Ia mengalami kecelakaan lalu lintas di depan Ada Swalayan Jalan Majapahit saat perjalanan menuju sekolahnya dengan diantar temannya menggunakan motor, sekitar pukul 6.30 WIB.

Klasik yang mengalami luka pada bagian kepala itu langsung dilarikan ke rumah sakit swasta.

13 Skenario Balas Dendam Iran ke Amerika Atas Terbunuhnya Qassem Soleimani, Jadi Perang Dunia III?

Semakin Tua Cristiano Ronaldo Juventus Dianggap Semakin Melambat, Tapi Fakta Statistik Tidak

Sudjiwo Tedjo Ingatkan Ahok Soal Nama Anak Yosafat Abimanyu Purnama, Dikaitkan Dengan Arjuna

Waspada, Jateng Akan Dilanda Fenomena MJO Dalam 3 Hari Ke Depan

Jika Amerika Membalas Serangan, Iran Siap Perang Habis-habisan di Timur Tengah

Mirisnya, Klasik tidak segera ditangani secara gawat darurat oleh pihak rumah sakit swasta tersebut dan harus segera dirujuk ke rumah sakit lain.

Hal itu diungkapkan oleh kakaknya, Rangga, ketika ditemui Tribunjateng.com.

“Setelah mau dirujuk via online, beberapa rumah sakit lain menolak dengan berbagai alasan.

Bahkan ada yang sempat menanyakan administrasinya adik saya ini pasien umum atau BPJS,” ungkap warga Banjardowo, Genuk itu.

Rangga mengaku merasa jengkel lantaran ia melihat pegawai rumah sakit tidak terkesan peduli dengan kondisi kritis yang dialami adiknya.

Ia menambahkan juga, dari hasil computed tomography (CT) scan rumah sakit itu, pasien mengalami retak di kepala.

Hal tersebut semakin membuatnya dan keluarga semakin khawatir.

Lantaran sejak pagi seusai kecelakaan hingga sore hari, ia mengaku belum menemukan kejelasan dari manapun.

“Salah satu pegawai rumah sakit meminta saya bersabar dan membandingkan pasien lain yang sabar.

Saya langsung jengkel, ini kan kondisi gawat darurat,” tambahnya.

“Saya juga memposting foto adik saya dan meminta pertolongan di media sosial.

Sempat ditegur juga karena mengambil foto di rumah sakit namun saya tidak peduli,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved