Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Seusai Serang Pangkalan Amerika: Ejek Donald Trump, Pejabat Tinggi Iran Posting Gambar Bendera Iran

Pascaserangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak, Rabu (8/11/2020) dini hari, Saeed Jalili, seorang perwakilan dari pemimpin tertinggi

The New York Times/Twitter @DrSaeedJalil
Donald Trump dan postingan gambar bendera Iran sebagai aksi tandingan. 

TRIBUNJATENG.COM - Pascaserangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak, Rabu (8/11/2020) dini hari, Saeed Jalili, seorang perwakilan dari pemimpin tertinggi untuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memposting gambar bendera Iran di akun Twitternya.

Saeed memposting gambar bendera Iran di akun Twitter pribadinya, @DrSaeedJalili, Rabu pukul 6.53.

Ia tidak memberikan keterangan apapun pada postingannya tersebut.

Saeed Jalili, seorang penasihat utama pemimpin tertinggi di Iran memposting gambar bendera Iran di akun twitternya. (twitter/@DrSaeedJalili)

Waspada, Jateng Akan Dilanda Fenomena MJO Dalam 3 Hari Ke Depan

Video Serangan Balasan Iran ke Pangkalan Militer AS di Irak, Buntut Tewasnya Qassem Soleimani

Inilah Rudal Fateh, Awal Serangan Balasan Iran ke Amerika, Mampu Jangkau 300 Kilometer

Sudjiwo Tedjo Ingatkan Ahok Soal Nama Anak Yosafat Abimanyu Purnama, Dikaitkan Dengan Arjuna

Klasik Alami Kecelakaan dan Kritis di Semarang, Rangga Mengaku Adiknya Ditolak Beberapa Rumah Sakit

Apa yang dilakukan petinggi Iran itu seakan merupakan aksi tandingan atas sikap Presiden AS Donald Trump yang mempostingan gambar bendera Amerika Serikat di akun Twitternya setelah kabar kematian Jenderal Iran, Qasem Soleimani.

Trump mengunggah foto bendera AS itu pada 3 Januari 2020. 

Saat itu, Trump juga tidak memberikan keterangan apapun pada postingannya. 

Serangan Balasan Iran ke AS

Iran akhirnya melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat, Rabu (8/1/2020).

Serangan balasan ini buntut dari tewasnya Komandan Pasukan Elit Iran, Qasem Soleimani.

Hingga berita ini ditulis, terdapat tiga pangkalan AS yang dihujani rudal.

Dikutip dari The Guardian, lebih dari 12 rudal ditembakkan Iran ke dua pangkalan militer AS di Irak dalam serangan pertama.

Dua pangkalan AS di Irak yang diserang yakni pangkalan udara al-Asad di Provinsi Anbar dan pangkalan Erbil di Irak utara.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), di mana Soleimani menjadi anggotanya, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pasukan udaranya telah melakukan serangan dengan menggunakan puluhan rudal balistik ke pangkalan militer Al Assad sebagai balas dendam kematian Soleimani.

Situs-situs berita Iran menunjukkan rekaman video rudal diluncurkan ke langit malam.

Pihak Pentagon pun membenarkan adanya serangan ini.

Juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham mengatakan saat ini Presiden Donald Trump telah memberikan arahan atas serangan balasan Iran.

"Kami menyadari laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan sedang memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya," ujarnya.

Stephanie Grisham melanjurkan, pangkalan-pangkalan AS telah siaga tinggi dan akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi pasukan dan mitra AS.

“Ketika kami mengevaluasi situasi dan respons kami, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan personel, mitra, dan sekutu AS di kawasan ini. Karena sifat situasi yang dinamis, kami akan terus memberikan pembaruan saat tersedia," katanya.

Serangan Gelombang Kedua

Setelah serangan pertama, Iran melancarkan serangan balasan kedua.

Gelombang kedua serangan rudal Iran menghantam pangkalan militer AS di Taji, 27 kilometer sebelah utara Baghdad, ibukota Irak.

Dikutip dari TribunJogja yang mengutip Sputniknews, Rabu pagi ini mengutip sumber mereka di lapangan dan Tasnim News Agency menyebut ada sekurangnya 5 rudal menghantam sasaran.

Belum diketahui dampak serangan ini.

Diberitakan sebelumnya, Qasem Soleimani, Kepala Pasukan Quds Garda Republik Iran tewas akibat serangan rudal di Bandara Baghdad, Kamis (2/1/2020).

Pembunuhan dilakukan militer AS atas perintah Presiden Donald Trump. Kematian Qasem menyulut kemarahan Iran dan Irak.

Iran bertekad membalas serangan ini menggunakan segala cara. Parlemen dan pemerintah Irak memutuskan mengusir pasukan AS dan sekutunya dari negara itu.

Jerman lebih awal menarik kontingen mereka di Irak. Prajurit Jerman yang bertugas sebagai instruktur ditarik ke Yordania dan Kuwait.

Swedia, Denmark, dan Latvia juga melakukan hal sama mengingat perkembangan situasi yang tidak kondusif di Irak.

Sebaliknya, Pentagon mengirimkan 3.000 prajurit Lintas Udara 82 dari Fort Bragg, North Carolina menuju Kuwait.

Sebagian dikirim ke Lebanon, guna melindungi Kedubes AS di negara yang sebagian dikuasai kelompok Hezbollah Lebanon.

Menyusul reaksi kemarahan Iran, Presiden Trump mengeluarkan serangkaian ancaman serangan lebih kuat ke 52 sasaran penting di Iran, termasuk situs warisan budaya dunia.

Menlu Mike Pompeo dalam pernyataan terbarunya menegaskan, keputusan AS melenyapkan Qasem Soleimani memiliki dasar kuat.

Meski begitu, kalangan Kongres AS menyatakan, Trump tidak melalui proses konstitusional, meminta persetujuan Kongres atas keputusan eksekutifnya membunuh Qasem.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Gelombang Kedua Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Taji, Utara Baghdad"

(Tribunnews.com/Daryono)

Nelayan Pantura Jateng Siap Ramai-ramai ke Natuna, Tapi . . .

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved