Saat Iran dan Amerika Memanas, Jokowi Bakal Kunjungi Timur Tengah

Presiden Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Uni Emirat Arab. Menlu Retno Marsudi mengungkapkan pihaknya terus memantau kondisi keamanan di Timur Tengah.

Foto/Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman di KTT G20 Osaka Jepang. 

Presiden Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Uni Emirat Arab di tengah memanasnya Iran dan Amerika Serikat. Menlu Retno Marsudi mengungkapkan terus memantau keamanan di Timur Tengah.

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Panasnya situasi politik internasional membuat Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi bekerja ekstra keras.

Terlebih dengan semakin memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat seusai terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani, Jumat (3/1/2020).

Oleh karena itu, Menlu Retno Marsudi telah memberikan imbauan kepada para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, Irak, dan kawasan sekitarnya.

"Intinya meminta semua WNI yang berada di kawasan tersebut untuk selalu waspada. Ikuti terus informasi yang disampaikan pemerintah setempat terutama yang berkaitan dengan situasi keamanannya," kata Retno di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (8/1/2020) dilansir Kompas.com.

Strategi Iran Tembus Pangkalan Militer AS Kejutkan Dunia, Ada Peran Qassem Soleimani

Israel Uji Coba Sistem Pertahanan Udara Anti-Rudal Berbasis Laser, Bakal Gantikan Kubah Besi

Sandiwara Zuraida Istri Hakim Jamaluddin: Otak Pembunuhan, Air Mata Palsu dan Pakai Aplikasi Canggih

Pangkalan Militer AS Diserang Iran, Donald Trump: Kami Siap Berdamai

Retno Marsudi juga meminta WNI yang membutuhkan bantuan agar segera menghubungi KBRI/KJRI di wilayah yang ditempati.

Retno Marsudi memastikan perwakilan Indonesia di Timur Tengah siap untuk membantu.

Menurut perkiraan, Retno Marsudi menyebut ada lebih dari satu juta WNI yang berada di kawasan Timur Tengah.

"Tidak hanya di Tehran dan Baghdad tapi wilayah lainnya juga in case WNI kita membutuhkan bantuan. Kalau berbicara kawasan, jumlah WNI kita ada lebih dari satu juta," kata dia.

Nomor yang bisa dihubungi :

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved