Video Ratusan Ribu Bibit Tanaman Untuk Petani Pati
Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun menyerahkan ratusan ribu bibit Kebun Bibit Rakyat (KBR)
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq
Ia menyebut, penanaman ini tidak menghilangkan fungsi hutan, justru sebaliknya, memperkuat fungsi ekologis hutan.
“Kalau dibiarkan, hutan tidak bisa menyerap air. Sehingga setiap hujan lebat, banjir ke mana-mana. Jangan hanya menyalahkan pemerintah ketika terjadi banjir, tanpa melakukan upaya semacam ini,” tutur Haryanto.
Haryanto juga berpesan pada para petani untuk melakukan pengawasan dan evaluasi setelah menanam.
“Jangan hanya menghitung jumlahnya, setelah ditanam, awasi sampai sejauh mana penanaman itu bisa hidup dan berkembang.
Tanaman yang untuk semusim dirawat, tanaman yang ditanam untuk penguatan hutan lindung juga harus dirawat,” tandasnya.
Adapun, Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini mengajak KTH Sukobubuk Rejo untuk membuktikan bahwa pemegang IPHPS mampu mengelola izin yang diberikan dan tidak mempersalahgunakannya.
“Karena itu penanaman harus tetap memperhatikan lingkungan. Lima puluh persen kayu-kayuan, 30 persen buah-buahan, dan 20 persen palawija,” papar dia.
Hal paling penting dalam penanaman ratusan ribu bibit ini, lanjut Rochimah, masyarakat terlibat dalam penyelamatan lingkungan, penumbuhan mata air-mata air baru, dan pelestarian mata air yang sudah ada.
“Lebih jauh lagi, kita bisa mengendalikan banjir, erosi, dan sedimentasi yang ada di sungai. Harapan besarnya itu,” ungkapnya. (Mazka Hauzan Naufal)