Siapkan Desa Wisata, Warga Pelang Jepara Tanam 1.500 Bibit Pohon Sakura

Ratusan warga Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara melaksanakan Festival Bedah Sawah, yang digelar di Balai Desa Pelang, Jumat (10/1/2019).

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Ketua Karang Taruna Bina Muda, Khoirul Anam, menanam pohon sakura untuk menyiapkan desa wisata, di Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ratusan warga Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara melaksanakan Festival Bedah Sawah, yang digelar di Balai Desa Pelang, Jumat (10/1/2019).

Festival Bedah Sawah itu merupakan kegiatan‎ yang pertama kali digelar untuk menyambut musim tanam.

Ketua Karang Taruna Bina Muda‎, Khoirul Anam mengatakan, tingkat urbanisasi Desa Pelang cukup tinggi sehingga membuat kekhawatiran jumlah petani akan terus tergerus.

Strategi Iran Tembus Pangkalan Militer AS Kejutkan Dunia, Ada Peran Qassem Soleimani

Diperiksa Selama 5 Jam: Inilah Jawaban Putri Sule dan Keterangan Polisi

Gerhana Bulan 2020 Besok Sabtu 11 Januari 2020, Umat Muslim Dianjurkan Salat Gerhana

Video Banjir Bandang di Talangsari Semarang

Padahal, kata dia, sektor pertanian tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan.

"Dari kegiatan festival ini, kami ingin meningkatkan motivasi untuk bertani khususnya bagi generasi muda," ujar dia.

Makanya, pada kegiatan tersebut pihaknya mengiksertakan anak-anak muda dari TK Lestari, SDN 1 Pelang, SDN 2 Pelang, dan SDN 3 Pelang.

Anak-anak itu didampingi gurunya juga ikut menanam bibit pohon yang jumlahnya men‎capai 1.500 batang.

"Bibit pohonnya ada Tabebuya‎ Rosea atau Sakura Jawa yang ditanam di sekitar jalan menuju persawahan," jelas dia.

Menurutnya, tanaman tersebut dinilai bisa memberikan keindahan di sekitar area persawahan.

Sekaligus kumbang yang hinggap pada pohon tersebut bisa menjadi penyerang hama yang ada di sekitarnya.

"Kami memilih pohon sakura dengan tujuan bisa menduku desa wisata di sini yang rencananya dimulai pada tahun 2022," ujar dia.

Camat Mayong, Partini menjelaskan, semakin pesatnya pembangunan membuat lahan pertanian semakin sempit.

Sehingga perlu duduk bersama antara warga masyarakat dan pihak terkait untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"‎‎Kalau lahannya habis buat bangunan semua, nanti pertaniannya bagaimana untuk masa depan," ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini perlu generasi muda sebagai penerus yang menjadi petani-petani kreatif.

Di tengah sempitnya lahan, namun hasil pertanian bisa tetap maksimal lewat intensifikasi pertanian.

"Bagaimana sekarang caranya untuk ‎‎melahirkan petani muda yang kreatif.

Petani milenial inilai bisa menjadi PR yang sulit‎," ujar dia. (raf)

Jadwal Film di Bioskop New Star Cineplex Pati Hari Ini, Jumat 10 Januari 2020

Gunungpati Berpotensi Hujan Petir Sore Ini, Simak Prakiraan Cuaca di Kota Semarang BMKG Hari Ini

Pelihara King Cobra, Panji Petualang Belum Bolehkan Anaknya Bermain dengan Garaga

Sambut Imlek, Ribuan Kue Keranjang Akan Dibagikan dalam Kirab Grebeg Sudiro di Solo

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved