Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Detik-detik Megawati Puji Hendi dan Ganjar dalam Rakernas I PDIP

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pidato politiknya adalah instruksi langsung dari dirinya kepada para kader

Tayang:
(Instagram @pdipjateng/istimewa)
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam perayaan HUT ke-47 PDI Perjuangan sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (10/1/2020) malam ini. 

Tapi begitulah, banyaknya contoh-contoh kader kami yang memang telah bekerja berbakti bagi daerahnya masing-masing.

Oh ya, Giri dari Badung, Bali. Apalagi ya... cukuplah," sebut Megawati.

Megawati awalnya memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Saya sangat berterima kasih terutama pada Bu Risma di Surabaya," ujar Megawati.

Ibunda Puan Maharani tersebut mengatakan Risma sebagai sosok yang sangat cerewet. Namun ia menegaskan perempuan memang seharusnya cerewet. Sontak ucapan Megawati membuat kader riuh dan tertawa.

Menanggapi, pujian dari Mega, Hendi tak mau berkomentar banyak. “Ya saat disebut seperti itu, saya hanya senyum-senyum saja,” kata Hendi saat dihubungi Tribun, Jumat (10/1).

Hendi mengatakan, apa yang dikatakan Ketua Umum PDIP itu adalah sebagai bentuk apresiasi.

“Sebenarnya masih banyak kepala daerah dari PDIP yang lebih senior dari saya dan berprestasi,” ujar Hendi.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto membenarkan informasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan pengurus DPP.

Megawati disebutnya mengumpulkan para pengurus DPP pasca kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang disebut melibatkan anggota legislatif PDIP.

Namun, Bambang mengatakan dirinya bukan salah satu yang ikut dikumpulkan dan diberi arahan oleh Megawati.

"Saya tidak termasuk yang dikumpulkan. Kan keahlian saya bukan di situ. Keahlian saya adalah keahlian elektoral itulah kenapa saya jadi ketua pemenangan pemilu," ujarnya.

Menurutnya, kasus yang disebut menyeret pengurus partai berlambang banteng moncong putih tersebut tak akan mengganggu konsolidasi partai.

"Saya kira nggak. PDIP itu partai yang solid, partai yang menyelesaikan masalah secara organisasi bukan secara individual," kata dia.

Namun, kata dia, Megawati diyakini marah mendengar kadernya terlibat dalam kasus korupsi. Ia mencontohkan betapa marahnya presiden kelima RI tersebut saat Kongres di Bali beberapa waktu lalu dimana ada anggota DPR PDIP yang diamankan KPK.

"Di Kongres kemarin saja ibu sudah semarah itu. Kami kenal ibu kami. Dikau paham-lah itu. Megawati bukan sekadar ketum, she's my grandmother," tandasnya. (tribun network/dit/mam/ear)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved