KOPI Semawis Gelar Doa Ketuk Pintu Jelang Parayaan Pasar Imlek, Harjanto Halim : Temanya Potehi
Prosesi slametan dan ketuk pintu jelang perayaan Pasar Imlek Semawis digelar di area Klenteng Tay Kak Sie, Jalan gang Lombok no 62 Semarang pada Sabtu
Penulis: Adelia Sari | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Prosesi slametan dan ketuk pintu jelang perayaan Pasar Imlek Semawis digelar di area Klenteng Tay Kak Sie, Jalan gang Lombok no 62 Semarang pada Sabtu (11/1/2020).
Ketuk pintu merupakan doa bersama yang dilakukan oleh semua panitia Pasar Imlek Semawis bersama warga Pecinan dan tokoh masyarakat setempat.
Ketuk Pintu ini dimaksudkan sebagai bentuk pernyataan "Kulo Nuwun" kepada warga dan Dewa-dewa Kleteng sekitar Pecinan.
• Tawuran di Taman Indonesia Kaya Meluas hingga ke Semarang Utara, 6 Pelajar Ditangkap Beserta Sajam
• Awal Kecurigaan Putri Hakim Jamaluddin pada Ibu Tirinya Sebelum Kasus Kematian Sang Ayah Terungkap
• Emak-emak Asal Salatiga Ini Hajar Mantan Pacar Anaknya Pakai Helm, Suntoro dan Ahmad Ikut Aniaya
• Foto-foto Megahnya Rumah Wayu Setiawan Mantan Anggota KPU di Banjarnegara, Ada View Gunung
"Jadi biasanya sebelum acara Pasar Imlek Semawis kita mengadakan doa bersama, semoga acaranya lancar," ucap Ketua Komunitas Pecinan (KOPI) Semawis, Harjanto Halim.
Acara Ketuk Pintu diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh muslim setempat.
Usai doa, dilanjutkan dengan sembahyang di depan klenteng dan keliling kleteng area Pecinan dengan diiringi barongsai.
Klenteng yang dikelilingi adalah Tong Pek Bio, Ling Hik Bio, Tek Hay Bio, Sioe Hok Bio dan Hoo Ho Bio.
Pasar Imlek Semawis akan digelar pada tanggal 17-19 Januari mendatang.
Pasar Imlek tahun ini mengangkat tema Potehi.
"Temanya wayang Potehi karena kesenian ini sudah ada ratusan tahun dan hampir hilang.
Kesenian inipun termasuk unik sehingga kita ingin mengingatkan kembali dengan kesenian ini," ucap Harjanto Halim.
Berbagai persiapan untuk perayaan Pasar Imlek Semawis pun sudah dilakukan oleh panitia dan tokoh setempat.
Termasuk penataan parkir, PKL dan rekayasa jalan.
"Jadi saya bersyukur Semawis diadakan di daerah Semarang Tengah, sehingga bisa menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah.
Kita sudah siap untuk menjaga ketertiban dan kebersihan.