Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Melly Sebut Kinerja PDAM Tirta Moedal Semarang Dinilai Belum Maksimal

Dalam pertemuan kesepakatan kasus tagihan PDAM Martha Puji Rahayu yang melonjak sampai Rp 18 juta, anggota komisi B DPRD Kota Semarang Melly Pangestu

Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/ADELIA PRIHASTUTI
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Melly Pangestu beserta perwakilan dari PDAM Tirta Moedal dan Penasehat Hukum Martha, Bangkit Mahanantiyo sedang berdiskusi soal penyelesaian kasus tagihan yang membengkak Rp 18 juta, di rumah Martha Puji Rahayu, Cilosari Dalam, Semarang, Senin (13/01/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam pertemuan kesepakatan kasus tagihan PDAM Martha Puji Rahayu yang melonjak sampai Rp 18 juta, anggota komisi B DPRD Kota Semarang Melly Pangestu mengaku masih mendapat banyak keluhan pelayanan PDAM Tirta Moedal dari masyarakat.

“Ini masih satu masyarakat yang melapor, di belakang saya masih banyak,” tutur Melly saat mempertanyakan tindakan PDAM akankah akan terus membebankan tagihan pada pelanggan meskipun bukan kesalahan pelanggan.

Ia mengatakan di daerah Jalan Hasanudin, Semarang meteran terus berputar, tetapi air tidak ada sama sekali.

Fakta Baru Kematian Lina: Makanan Terakhir Diduga Jadi Penyebab Kematian Lina dan Sempat Masuk IGD

Ini Dia Sinuhun Totok Pimpinan Kerajaan Agung Sejagat Purworejo yang Menghebohkan

Heboh Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Kekuasaannya di Seluruh Dunia, Ini Kata Ganjar

Awal Kecurigaan Putri Hakim Jamaluddin pada Ibu Tirinya Sebelum Kasus Kematian Sang Ayah Terungkap

Ia mengaku telah meminta untuk dilakukan pengecekan ulang karena satu RT mengalami hal serupa. 

Daerah Permata Merah juga diceritakannya warga sampai harus bangun tengah malam untuk menunggu meteran air.

Ketika dinyalakan keluar angin, setelah beberapa saat baru keluar airnya.

Teknisi PDAM Semarang Utara, Cahyono membenarkan banyaknya keluhan pelanggan pada perusahaan air minum daerah tersebut.

“Keluhan paling banyak bocor, air tidak mengalir.

Karena di sini kan sudah dalam.

Ada yang dua meter.

Kalau di daerah Hasanudin hampir dua meter juga pipanya.

Itu makannya kalau kita merasa sudah mengalirkan dan air kita habis kalau istilah matematikanya kan sudah dipakai.

Tapi kenyataan kalau memang ada kebocoran di dalam,” ujar Cahyono.

Menanggapi keluhan pelanggan dan pelayanan PDAM Tirta Moedal, Melly mengatakan PDAM belum mampu bekerja secara maksimal.

“Dari komisi B memang PDAM harus meningkatkan kualitas pelayanan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved