BBWS Pemali Juana Jelaskan Cara Kerja Bendung Karet Sebagai Pengendali Banjir di Kota Semarang
PPK Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dani Prasetyo mengatakan, bendung karet ini berfungsi mengatasi intrusi air laut
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bendung karet yang berada di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) sudah dapat difungsikan.
Bendung tersebut dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan nilai kontrak Rp 147,24 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dani Prasetyo mengatakan, bendung karet ini berfungsi untuk mengatasi intrusi air laut.
• Viral Oknum ASN Sragen Mesum Tabrak Satpam Solo Paragon Mal, Sekda: Praduga Tak Bersalah Dulu Saja
• Viral di Medsos Video Ningsih Tinampi Meminta Maaf Sampai Menangis Sesenggukan, Ada Apa?
• Inilah Sosok Calon Istri Sule Bukan Kalangan Artis, Berikut 6 Faktanya
• Aksi Pencurian di Semarang Gagal Gara-gara Kepergok Bocah 7 Tahun
Selain itu, bedungan ini juga digunakan untuk penggelontoran sedimen sungai sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Semarang Barat, Semarang Utara, dan sebagian Semarang Selatan.
"Saat pasang akan dibuka, kemudian saat surut akan dilepas.
Berhubungan kondisinya kadang hujan, antisipasi debit yang besar dari hulu, maka sering kami lepas," jelas Dani, Minggu (19/1/2020).
Bendung sepanjang 155,5 meter tersebut juga berfungsi sebagai penampung air berkapasitas 700 ribu meter kubik.
Air tampungan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai air baku saat musim kemarau.
"Kalau ditampung bisa jadi sumber air saat musim kemarau tentunya harus melalui pengolahan," ucapnya.
Ia menambahkan, tinggi permukaan air di sungai BKB dapat dikontrol oleh bendung karet sehingga dapat menunjang wisata air di Kota Semarang.
Apalagi, kawasan bendung karet terintegrasi dengan Semarang Bridge Fountain yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
"Saat posisi ditinggikan bisa untuk wisata air, bisa dimanfaatkan untuk perlombaan seperti lomba dayung," katanya.
Terpisah, Pemkot Semarang juga sudah melakukan upaya pengendalian banjir untuk wilayah Semarang Barat dan sekitarnya dengan membangun rumah pompa Madukoro.
Rumah pompa tersebut baru saja diresmikan beberapa waktu lalu oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Hendi, sapaan akrabnya, menerangkan, rumah pompa Madukoro terdiri dari lima pompa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bendung-karet-semarang.jpg)