Aksi Pencurian di Semarang Gagal Gara-gara Kepergok Bocah 7 Tahun
Sebuah rumah di Jalan Medoho Indah, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang disatroni pencuri, Jumat (17/1/2020) sekira pukul 02.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah rumah di Jalan Medoho Indah, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang disatroni pencuri, Jumat (17/1/2020) sekira pukul 02.30 WIB.
Namun, saat sedang barada di rumah tersebut, pelaku bernama Iwan Dewantara (26) malah tertangkap basah oleh seorang anak berusia tujuh tahun.
Karena tertangkap basah, akhirnya Iwan terpaksa membekap bocah berinisial AK yang merupakan anak dari pemilik rumah tersebut.
Selanjutnya, Iwan pun berjalan ke arah dapur sembari membekap sang anak tersebut. Iwan ke dapur untuk mengambil pisau.
Sang anak memberanikan diri untuk melawan Iwan. Namun, sang anak mendapat luka sayatan dari pelaku.
Iwan menyerang sang anak agar bisa kabur dari rumah tersebut. Dalam aksinya, pelaku belum sempat menggasak barang apapun.
Selang sekitar 10 jam pasca percobaan pencurian, Iwan akhirnya tertangkap oleh Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pada Jumat (17/1/2020) pukul 12.00 WIB.
Iwan tertangkap oleh polisi saat berada di rumahnya yang tak jauh dari rumah korban.
Kepada Tribunjateng.com, Iwan sebelumnya mengaku telah melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali.
Iwan melakukan aksinya dengan nekat mendatangi rumah yang ditarget pada tengah malam.
Sebelumnya, dia berhasil menggasak sejumlah barang elektronik di berbagai kecamatan di Kota Semarang.
"Sebelumnya, saya sudah tiga kali mencuri. Saya melakukan aksi itu tak hanya di Gayamsari saja, melainkan di berbagai kecamatan. Yang saya incar adalah rumah saat malam hari," kata Iwan sembari tertunduk di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (18/1/2020).
Dalam melakukan aksinya, Iwan nekat memasuki rumah dengan menerobos, kemudian mencongkel jendela rumah.
Iwan yang bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku, hasil curiannya digunakan untuk mencukupi biaya kebutuhan di Semarang.
"Ya untuk kebutuhan mas. Kerja saya ga tentu di sini. Saya pendatang dari Klaten," ujar Iwan.