E-Tilang Mulai Berlaku di Surabaya, Terpantau di CCTV Masih Banyak yang Melanggar
E-Tilang atau e-TLE resmi diberlakukan di Surabaya. Namun, belum ada satu pun pelanggar yang ditindak hingga membayar denda dalam penerapan e-tilang
Pengendara lain, Sulastri mengatakan, masih banyak menemukan pelanggaran meski telah terpasang CCTV.
"Dulu sih pernah beberapa kali melanggar, paling sering karena putar balik. Tetapi begitu tahu ada e-Tilang ini saya jadi lebih hati-hati," ungkapnya.
Informasi luput
Sedang, menurut Ragil Kukuh, mahasiswa di Surabaya, bisa terjadi karena masyarakat kurang mendapatkan informasi terkait e-Tilang itu.
"Pengetahuan e-world masyarakat belum merata, menyebabkan sosialisasi yang sudah disampaikan belum maksimal dan luputnya informasi," tutur Ragil.
Di samping itu, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang acuh terhadap peraturan lalu lintas.
"Berkaca pada penerapan tilang konvensional aja banyak yang masih cuek walaupun sudah terkena tilang," kata Ragil, yang optimistis dengan sistem ini.
"Ini merupakan gebrakan mengenalkan e-world ke semua kalangan, bukan pengendara yang sudah melek e-world aja," tandas Ragil. (fai/ayu)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul e-TLE mulai Berlaku di Surabaya: Masih Banyak yang Nekat Melanggar meski Ada CCTV
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seorang-wanita-mengamati-foto-mobilnya-yang-penumpangnya-tidak-mengenekan-sabuk-pengaman.jpg)