Bikin Bangga Indonesia, SMP Negeri 2 Semarang Raih 5 Medali Emas dalam Ajang ISTEC
SMP Negeri 2 Semarang berhasil membawa pulang lima medali emas dan satu perak pada ajang Internasional Sains Teknologi Engineering (ISTEC).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMP Negeri 2 Semarang menorehkan prestasi membanggakan di kancah Internasional.
Pasalnya berhasil membawa pulang lima medali emas dan satu perak pada ajang Internasional Sains Teknologi Engineering (ISTEC) yang dihelat di Bandung, mulai 12 hingga 16 Januari 2020.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMP 2 Semarang, Sudaryono mengatakan ajang Internasional Sains Teknologi Engineering merupakan ajang bergengsi.
• Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing Turut Gotong Peti Jenazah Aiptu Sri Suwartini
• Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing Sambangi LDII, Ajak Bersinergi dengan Polri
• Cerita Sri Ningsih Jadi Sindikat Penjual Bayi, Segini Harga Bayi Laki-laki dan Perempuan
• Cerita Siswi SMK Dua Kali Diteriaki Lonte oleh Guru Agama, Berawal Membonceng Laki-laki
Diikuti oleh 13 negara antara lain Afrika Selatan, Oman, Turki, Sri Langka dan lainnya.
Jumlah tim yang ikut mencapai ratusan dari berbagai sekolah yang ada di dunia.
"Total kami membawa 10 siswa."
"Dibagi menjadi empat tim dengan masing - masing tim diisi oleh dua orang."
"Serta dua siswa maju kategori individual, syukur semua siswa bisa menorehkan prestasi dan membawa pulang medali, " katanya ,Selasa (21/1/2020).
Dia menjelaskan, pada ajang tersebut ada tiga kategori yang dilombakan, antara lain science, technology, dan engenering.
SMP 2 Semarang hanya ikut pada kategori science dan technology.
Sedangkan untuk kategori engenering terpaksa absen karena dikhususkan untuk jenjang pendidikan setara perguran tinggi.
Adapun siswa SMP 2 Semarang yang membawa pulang medali emas di antaranya kategori science atas nama Takeshi Winsa Jolly dan Bartholomeus Satria Bima Prastanta untuk Project Electricity Speed Bumb.
Selain medali emas mereka pun mendapatkan penghargaan special price dan berhak mewakili Indonesia ke Angkara ,Turki di ajang serupa pada 30 September 2020.
Kelompok lainnya yang mendapat emas adalah Amanda Charlendita Wibisono dan Nadia Edita Maheswari untuk projeck berjudul Simple Biological Food Resource.
"Mereka berdua juga mendapatkan penghargaan lain yakni grand award serta berhak membawa pulang uang Rp 3 juta, " bebernya.
Sudaryono menerangkan siswa yang lain ikut menyumbang emas adalah tim Nigel Arkanitia dan Lintang Ayu Sekar Langit dengan projeck A study of Application Magnetic Leviation on a Bullet Train.
Berikutnya kategori technology individu Nabil Juninanda R projeck Automated Train Barrier dapat gold Medal dan Kevan Vallerio Anwar juga dapat gold medal.
Sedangkan untuk Muhammad Ilham Kharisma Putera dan Ibrahim Imam Rasydan Projeck Ethnomathematics: Geo Metric (tube) in Angklung dapat Silver Medal.
Masih dikatakan Sudaryono, pihak sekolah selalu mendukung kegiatan positif siswa, satu di antaranya adalah mengikuti berbagai perlombaan.
Khusus di ajang ISEC merupakan sumbangan medali kedua di awal tahun 2020.
Sebelumya ada satu siswa yang pada saat hampir bersamaan menjuarai American Matematik.
"Kami menyadari bahwa tiap anak memiliki kemampuan berbeda. Semua kemampuan diangkat serta difasilitasi sekolah dengan harapan anak lebih memanfaatkan waktu luang dengan hal positif, " ujarnya.
Sementara, satu peserta perwakilan SMP N 2,Nabil Juninanda Rahman menambahkan, pada ajang kali ini memamerkan projek Automated Train Barrier atau palang pintu kereta otomatis.
Alat tersebut menggunakan sensor inframerah, servo motor untuk penggerak palang dan diprogram melalui program arduino.
Menurutnya untuk mengikuti ajang tersebut, telah melakukan persiapan dua bulan sebelum lomba.
"Alat ini dibuat karena terinspirasi banyak kecelakaan kereta api, tidak ada orang menjaga palang pintu atau karena manusia lalai."
"Menggunakan alat ini problem tersebut bisa diatasi, tenaganya juga hemat karena menggunakan panel surya. Selain itu bisa memperoleh data jumlah kereta melintas selama satu hari itu, " ujarnya.
Inovasi lain juga diciptakan oleh peserta dari SMP 2 Semarang bernama Nigel Arkanitia dan Lintang Ayu Sekar Langit dengan projeck A study of Application Magnetic Leviation on a Bullet Train.
Dikatakan Nigel, melalui karya ini kereta api yang sekarang beroperasi di Indonesia bisa melaju lebih cepat.
Lantaran inovasinya menggunakan sistem levitasi magnet sehingga proses membuat benda mengambang menggunakan gaya tolak menolak magnet.
"Gaya penggeraknya adalah brushlles dc motor. Yang dipasang di belakang kereta. Sehingga bisa melaju hingga kecepatan 500 km/jam jauh dibandingkan kereta api Indonesia sekarang yang hanya di kecepatan 100 sampai 200 km/jam, " jelasnya. (Iwan Arifianto)
• Meninggal karena Sakit di Atas Kapal, Jasad Pelaut Asal Sulsel Dibuang ke Laut
• Wajah Babak Belur Penjambret Ipad di Genuk Kota Semarang, 2 Temannya Masih Buron
• Viral di Medsos Cerita Ningsih Tinampi Mengaku Dapat Peringatan Kiamat dari Utusan Tuhan
• Mahasiswa Membusuk di Kamar Indekos, Ditemukan karena Bau dan Banyak Lalat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/smpn-2-kota-semarang-juara-istec.jpg)