Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Piringan Hitam Vinyl Digandrungi Milenial, Ini Penjelasan Bruri Pemilik Come Store Semarang

Era digital tak membuat perangkat musik analog seperti piringan hitam (vinyl) kehilangan peminat.

Tayang:
Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/ADELIA PRIHASTUTI
Bruri menunjukkan beberapa piringan hitam vinyl yang ia jual di Studio Come Store, Jalan Pamularsih Barat VIII No 4, Semarang, Sabtu (25/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Era digital tak membuat perangkat musik analog seperti piringan hitam (vinyl) kehilangan peminat.

Justru beberapa tahun ini, rilisan fisik seperti vinyl mulai banyak peminat.

Bruri (30) pemilik sebuah record store di Semarang mengungkapkan, rilisan fisik seperti vinyl sedang hangat dibicarakan dan dicari.

Vespa Kuning di Laut Jawa, Spot Foto dan Selfie Instagramable di Pantai Plabuan Batang

Ini Reaksi Mantan Suami saat Tahu Pernikahan 12 Hari di Malang Viral

Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol

Rocky Gerung Sebut Kinerja Tri Rismaharini Tidak Bisa Saingi Anies Baswedan

Terlepas dari fenomena banyak musisi yang memilih platform digital dalam menyalurkan karyanya.

“Beberapa tahun ini rilisan fisik memang lagi hangat-hangatnya terlepas karya band-band sekarang lebih memilih ke platform digital.

Tapi peminat fisik masih tetap ada,” ujar Bruri kepada Tribunjateng.com, Sabtu (25/1/2020) .

Ia menjelaskan perbedaan dan keuntungan rilisan fisik adalah bisa melihat layout yang dihadirkan pada rilisan fisik, ucapan ‘thanks to’ musisi dan foto-foto yang kadang tidak dipublikasikan ke media atau hanya khusus di rilisan fisik.

Hal ini berbeda dari platform digital yang hanya bisa kita dengarkan musiknya saja.

 “Vinyl dari tahun ke tahun progress di toko saya meningkat.

Cuma pembelinya tidak melulu orang Semarang melainkan juga luar kota,” ungkap Bruri.

Peminat vinyl yang mampir ke toko miliknya rata-rata adalah kolektor dan peminat baru seperti anak-anak kuliah.

Mereka berasal dari Semarang maupun luar kota.

Bruri mengaku yang paling banyak berasal dari Jakarta baik yang sedang kuliah maupun bekerja.

Record store milik Bruri yang diberi nama Come Store berdiri sejak 2007 dan menjual berbagai vinyl baru dan second. 

Vinyl yang ia jual ada yang merupakan hasil impor dan ada dari double koleksi miliknya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved