Berita Semarang
Kondisi Terkini Sukiyah yang Diselamatkan Dalam Kondisi Rambut Gimbal 2 Meter Jadi Sarang Tikus
Sukiyah (50) warga Karang Ombo, Desa Polobogo, Getasan, Kabupaten Semarang yang viral karena 27 tahun tak mandi dan potong rambut, kondisinya membaik
Penulis: akbar hari mukti | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sukiyah (50) warga Karang Ombo, Desa Polobogo, Getasan, Kabupaten Semarang yang viral karena 27 tahun tak mandi dan potong rambut, kondisinya mulai membaik.
Pemkab Semarang pun menggratiskan pengobatan bagi Mbak Kiyah yang saat ini dirawat di rumah rehabilitasi Efata Getasan.
"Terkait Bu Sukiyah, kami ucapkan ke relawan ACT yang telah membantu merawat. Kini ada di yayasan Efatta dan kondisinya membaik," jelas Wakil Bupati (Wabup) Semarang, Ngesti Nugraha, ditemui di rumah dinas Wabup Semarang, Selasa (28/1/2020) malam.
• Kedekatan Duda Dory Harsa Penabuh Gendang Didi Kempot dengan Nella Kharisma yang Masih Bersuami
• RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Terindikasi Suspect Corona, Datang Sendiri Bukan Hasil Rujukan
• Kerap Nonton Video Porno di HP dan Facebook, Bocah 14 Tahun di Pemalang Cabuli Balita
• Siswi SMP Dicekoki Miras di Kendal, Disdikbud: Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Ngesti mengatakan, beberapa hari yang lalu ia bersama Dinas Sosial Provinsi Jateng, Dinsos Kabupaten Semarang, juga perwakilan Dinkes Kabupaten Semarang mendatangi rumah Efata tempat Sukiyah dirawat.
Menurutnya saat itu Mbak Kiyah belajar berjalan dibantu para perawat.
"Saat ini sudah membaik, sudah belajar berjalan dan kondisinya bersih," jelasnya.
Dari musyawarah Pemkab bersama Kadus setempat, menurut Ngesti diperoleh kesepakatan bahwa Sukiyah tetap akan dirawat di rumah pemulihan Efata untuk sementara waktu, hingga kondisinya membaik.
Hal itu dikarenakan sejak awal Mbak Kiyah dibawa oleh relawan ACT dari rumah langsung ke Efata.
"Juga kondisi fisik dan psikis kita harapkan membaik. Kami berharap secara fisik semoga bisa membaik lagi," ungkapnya.
Ngesti Nugraha juga mengungkapkan sebelumnya Sukiyah belum memiliki KTP dan KK, dan akhirnya dari pihak Pemkab Semarang membuatkannya.
Hanya saja, untuk BPJS Sukiyah masih non aktif.
"Kami bisa aktifkan Maret mendatang. Saat ini jika Sukiyah dirawat di puskesmas atau RSUD Ambarawa tetap kami gratiskan semuanya menggunakan SKTM, hingga BPJS jadi," paparnya.
Sementara dari pihak Efata, menurut Ngesti, menggratiskan perawatan dengan cara subsidi silang dengan 92 orang yang saat ini dirawat di rumah pemulihan itu.
"Tetapi jika ada donatur, dari yayasan menerima," lanjutnya.
Disinggung mengenai rumah Sukiyah yang saat ini kosong, Wabup Ngesti Nugraha menjelaskan pihaknya akan memperbaiki rumah Sukiyah dengan cara bergotong royong bersama masyarakat setempat.