Berita Wonogiri
Cerita Tukang Ojek Pangkalan Vs Begal di Ngadirojo, Yanto Dipiting Diduduki dan Dipukuli
Seorang tukang ojek pangkalan asal Wonogiri lolos dari begal yang nyaru jadi penumpang setelah baku hantam di jalan desa.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Seorang tukang ojek pangkalan asal Wonogiri lolos dari begal yang nyaru jadi penumpang setelah baku hantam di jalan desa.
Mardiyanto (61) warga Dusun Primbon, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, menjadi korban pembegalan Sri Margono (40) pada Rabu (29/1/2020) sekira pukul 17.30.
Dalam upaya meloloskan diri, Yanto sapaan akrabnya harus adu pukul dengan si begal ini berkali-kali.
• Kecelakaan di Pantura Demak, Pengendara Kawasaki Ninja 250 Tewas Terlindas 2 Truk Malam
• Harga Pertamax Berubah, Berlaku Mulai Sabtu Pukul 00.00, Berikut Penjelasan Pertamina
• 5 Bulan Menikah, Cut Meyriska Sebut Roger Danuarta Sering Menghalanginya Cari Pahala
• Detik-detik Lion Air Mendarat Darurat di Srilanka karena 2 Penumpang Tewas Terserang Virus Menular
Meski wajah berlumuran darah, dia bersyukur bisa selamat.
"Saya sudah ngojek 6-7 tahun.
Ini pengalaman pertama (dibegal penumpang)," katanya kepada Tribunjateng.com di kediamannya, Jumat (31/1/2020).
Yanto mengenang, kejadian itu bermula saat Margono sang begal turun dari bus di depan Pasar Ngadirojo.
Begitu Margono turun, Yanto yang sehari-hari mangkal di pasar tersebut menghampiri.
Dia menawari si pelaku ngojek menggunakan sepeda motornya.
"Saya tanya, 'Ngojek, Mas?' Dia bilang, mau istirahat dulu sebentar," ucap Yanto menirukan jawaban Margono.
Yanto kemudian dipanggil calon penumpang lain yang baru saja belanja di Pasar Ngadirojo.
Dia pun mengantarkan yang bersangkutan memakai motor yang belum lama dibelinya, Mio M3 berpelat nomor AD5074ABG.
Motor itu baru dipakai ngojek sekitar 14 hari.
Yanto membeli motor secara kredit dengan mengangsur Rp 600 ribu setiap bulan selama 18 bulan.
Setelah selesai mengantarkan penumpang, dia lantas kembali ke pangkalan.