Berita Semarang
Cegah Banjir, Sepanjang Jalan Pemuda Ambarawa Semarang Segera Dibangun Drainase
Sepanjang Jalan Pemuda, Ambarawa, Kabupaten Semarang hingga Museum Kereta Api Ambarawa segera dibangun drainase.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sepanjang Jalan Pemuda, Ambarawa, Kabupaten Semarang hingga Museum Kereta Api Ambarawa segera dibangun drainase.
Hal itu untuk mencegah banjir di kawasan tersebut.
"Tahun ini kami fokus ke drainase di Jalan Pemuda Ambarawa sampai Museum Kereta Api," jelas Bupati Semarang, Mundjirin, di peresmian bantuan pemerintah untuk masyarakat kota tanpa kumuh (Kotaku) di Dusun Tambaksari, Kelurahan Tambakboyo, Ambarawa Kabupaten Semarang, Senin (3/2/2020).
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Eva Asal Bandung Meninggal Tertabrak Bus Safari Dharma di Kudus
• Daftar Harga HP Terbaru Xiaomi Termurah-Termahal Bulan Februari 2020
• Pecah Telur, PSIS Semarang Dapat Sponsor Lagi, Idealnya 5 Sponsor Arungi Liga 1 2020
• Rugi Luar Dalam Seusai Tiba di Semarang, Tak Cuma Diperkosa, Harta Wanita Brebes Ini Juga Digondol
Menurutnya permasalahan banjir masih sering terjadi di kawasan itu. Terutama jika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Jalan Pemuda.
Lalu setelah drainase, ia menyebut di kawasan tersebut juga perlu pemenuhan air bersih.
Menurutnya dengan pemenuhan air bersih untuk minum dan juga mandi dapat mencegah bayi stunting di kawasan tersebut.
"Idealnya 60 liter per orang per hari. Jadi kami upayakan agar masyarakat mendapatkannya," jelansya.
Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Pemuda Ambarawa, ungkapnya, juga sedang difokuskan untuk dipindah di shelter-shelter.
Hal itu untuk mempercantik kawasan Jalan Pemuda Ambarawa.
"Ada puluhan jumlahnya yang sedang kami pikirkan untuk dipindah di shelter-shelter makanan. Rencana ada 2 shelter yang sedang kami garap di situ tahun ini," paparnya.
Terkait Kotaku, menurutnya di Kabupaten Semarang terdapat 477 hektar kawasan kumuh yang terbagi di 15 titik di Kabupaten Semarang.
Sedangkan dari data tersebut, sekitar 30 persennya, ada di Kelurahan Tambakboyo dan Kelurahan Kupang.
"Program itu membuatkan drainase, akses jalan, juga tampungan air bersih bagi masyarakat di wilayah kumuh termasuk Tambakboyo," jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Totit Oktoriyanto, menambahkan saat ini pengerjaan program di Tambakboyo selesai, dan menyisakan pengerjaan di Kelurahan Kupang, Ambarawa Kabupaten Semarang.
"Latar belakang program ini menuntaskan permasalahan kumuh di 6 tempat. Di antaranya Kelurahan Kupang, Kelurahan Tambakboyo, Kelurahan Gedanganak, Desa Kalikayen, Desa Mluweh, dan Desa Kawengen," papar dia.
Menurut Totit estimasi anggaran program dari skala kawasan, mencapai Rp40 milyar. (Ahm)
• Imran Minta Pemain Asing PSIS Flavio Beck Junior, Bruno Silva, dan Wallace Costa Genjot Fisik
• Heru Habis Rp 900 Juta untuk Bayar Utang Tamzil Saat Pilkada Kudus ke Pengusaha
• Mahasiswa Blokade Jalur Pantura Semarang, Ini Respon Sopir Truk
• Liputan Khusus: Siapa Beking Tambang Galian C Ilegal di Jawa Tengah, Ini Kata ESDM Jateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-mundjirin-saat-di-peresmian-bantuan-pemerintah-untuk-masyarakat-kota-tanpa-kumuh.jpg)