Kisah Nenek Kasturah, Penjaga Perlintasan KA Tanpa Palang di Pekalongan, Dua Tahun Gantikan Suami

Nenek itu diketahui menjadi penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Mendengar kabar seorang nenek menjadi penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu, membuat hati anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini terketuk.

Nenek tersebut bernama Kasturah (56).

Dia bahkan sempat viral di sosial media (medsos).

Nenek itu diketahui menjadi penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Predator Seksual Semarang Ini Bikin Dua Wanita Rugi Luar Dalam, Modus Tawarkan Kerja Lewat Facebook

Video Kisah Nenek Kasturah Jaga Perlintasan Kereta di Pekalongan Karena Mimpi

Kisah Nenek Pekalongan Rela Menjaga Palang Kereta, Patuhi Permintaan Almarhum Suami dalam Mimpi

Rugi Luar Dalam Seusai Tiba di Semarang, Tak Cuma Diperkosa, Harta Wanita Brebes Ini Juga Digondol

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra pun mencoba untuk mendatangi nenek tersebut, Senin (3/2/2020).

Candra Saputra datang ke lokasi untuk mengetahui secara pasti apa yang dilakukan Kasturah.

"Saya berterima kasih kepada nenek Kasturah yang sudah ikhlas membantu masyarakat mengatur arus lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api," kata Candra kepada Tribunjateng.com, Senin (3/3/2020).

Pihaknya mengungkapkan, nenek Kasturah menjadi penjaga perlintasan kereta api, karena menggantikan suaminya Andimal yang sudah meninggal dunia sejak dua tahun lalu.

Bahkan, dari cerita nenek Kasturah sudah dua tahun menjadi penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan tidak digaji oleh PT KAI ataupun pemerintah setempat.

"Saya secara pribadi tersentuh melihat keikhlasannya."

Halaman
123
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved