Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Dampak Nyata dari Wabah Virus Corona terhadap Ekspor Impor Jateng?

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, wabah virus corona

Istimewa
Bongkar Muat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Wabah virus corona ternyata juga berdampak pada ekspor impor di tanah air.

Tak hanya itu, psikologis end user dalam negeri terhadap produk-produk impor juga berkurang.

Kondisi itu diperparah dengan penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 199/2019, tentang kepabean, cukai dan pajak atas impor barang kiriman yang diberlakukan 30 Januari lalu.

Dalam PMK No. 199/2019 pasal 13 menyebutkan, barang impor dengan nominal 3 Dolar AS dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, wabah virus corona serta penerapan PKM melemahkan ekspor impor.

Jadwal Liga Champion : Atletico Madrid vs Liverpool di Babak 16 Besar di Siaran Langsung SCTV

Hasil Piala FA Malam Tadi Liverpool vs Shrewsbury, The Reds Menang Tipis

Bermodal Video Mesum, Kadek Bawa Lari Istri Orang, Lalu Peras Suaminya Rp1 Juta

Ketahuan Selingkuh 2 Kali, Polwan Ini Terancam Ditunda Kenaikan Pangkat dan Gajinya

"Mengenai corona memang belum ada dampak secara signifikan, baik impor maupaun ekspor dari dan ke Tiongkok.

Karena akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020, pelabuhan Tiongkok off dikarenakan libur panjang Imlek," jelasnya, Rabu (4/2).

Meski belum terdampak, dijelaskan Tony, banyak end user dalam negeri mempertimbangkan untuk membeli barang dari Tiongkok.

"Kepercayaan terhadap barang impor terutama asal Tiongkok berkurang, untuk dampak pastinya kami menunggu hingga berakhirnya libur di China pekan depan.

Namun kami tetap waswas karena tidak hanya virus corona yang mempengaruhi lesunya impor ekspor," paparnya.

Hal itu menurutnya ditambah dengan PMK No. 199/2019.

"Sebelum diterapkan PMK No. 199/2019 barang yang terkena biaya tambahan nominalnya 75 Dolar AS atau sekitar Rp 1 juta, tapi sekarang barang impor dengan nominal 3 Dolar AS setara Rp 41 ribu juga dikenakan biaya tambahan.

Hal itu membuat impor semakin tertekan, ekspor juga terus memburuk karena wabah corona," ucapnya.

Terpisah, Supriyono, Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, mengaku, statemen Menteri Perdagangan tentang pemberhentian pasokan barang impor dari Tiongkok hingga waktu yang belum ditentukan, akan mempengaruhi trafik bisnis logistik.

"Pastinya bisnis logistik akan terdampak, karena bahan baku dan produk jadi kebanyakan impor dari Tiongkok, dampaknya trafik logistik pasti akan turun," paparnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved