Berita Solo

Walikota Solo Tolak Eks Kombatan ISIS Kembali ke Indonesia, Rudy: Ideologi Dibawa Sampai Mati

Wali Kota Surajarta FX Hadi Rudyatmo menolak rencana pemulangan eks ISIS ke Tanah Air.

Walikota Solo Tolak Eks Kombatan ISIS Kembali ke Indonesia, Rudy: Ideologi Dibawa Sampai Mati
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Surajarta FX Hadi Rudyatmo menolak rencana pemulangan eks ISIS ke Tanah Air.

Pasalnya, penolakan itu sesuai dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun provinsi.

"Kalau pemulangan itu kan statusnya nasional. Ya saya harus ngikut yang di pusat lah. Kalau pusat menolak tentunya di daerah juga harus ikut menolak kan begitu. Kalau gubernur menolak wali kota ya kudu menolak lah," ujar Rudy, Minggu (9/2/2020).

Begini Kondisi Eks Lokalisasi Sunan Kuning Pasca Ditutup Pemkot Semarang : Akan Ada Aktivitas Baru

Persik Kendal Vs PSIS Semarang - Berikut Starting Line Up Sore Ini

Wanita Penumpang Grab Car Ini Ketakutan karena Gerak-gerik Driver, lalu Pencet Tombol Emergency

Mas Dani Kamu Jahat! Teriak Ayu dalam Konser Didi Kempot di Semarang

Rudy menilai, mereka yang sudah terlibat dalam jaringan ISIS sulit untuk dipulihkan.

Sebab, kata dia, ideologi itu dibawa sampai mati.

"Yang namanya ideologi dibawa sampai mati. Ideologi saya tak bawa sampai mati, ideologi Pancasila itu. Dan ini merupakan salah satu ideologi partai, saya jadi ya sampai mati dibawa ideologinya," katanya.

Di Solo sendiri terdapat lembaga yang bergerak di bidang deradikalisasi.

Yayasan tersebut yakni Gema Salam.

"(Eks ISIS dimasukkan Gema Salam) susah. Ideologi itu dibawa sampai mati, ya sudah. Karena sudah dicuci betul.

Nanti kalau apa yang diharapkan tidak sesuai pun juga pasti akan kembali," ucapnya.

Saat disinggung soal warga asal Solo yang terlibat dalam jaringan ISIS, Rudy mengaku sampai saat ini masih belum tahu.

"Solo belum ada. Saya belum tahu juga, jumlahnya berapa saya juga belum tahu," ujarnya.

Rudy mengatakan, pihaknya tengah fokus dalam menangani kemiskinan. Pasalnya, kemiskinan menjadi salah satu alasan untuk masuk ISIS.

"Kalau itu (kemiskinan) selesai, mudah-mudahan tidak ada yang ikut terjaring itu lagi," ucapnya.(*)

 Mantan Pilot Drone Ini Ungkap Kekejaman Program Militer AS, Anggap Anak Afghanistan Bagai Anjing 

Hanya karena Masalah Warisan Tanah, Seorang Anak di Semarang Bentrok dengan Ayah Kandungnya Sendiri

Kabar Terbaru: Tanggapan Grab terhadap Perampokan Sopir Grab di Jepara

Sambil Menunggu Penumpang, Nurul Sopir Angkot Mandikan Bilqis di Toilet Terminal Mangkang Semarang

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved