Wabah Virus Corona
Dampak Virus Corona Sampai di Salatiga, Harga Buah Merangkak Naik
Sejak mewabahnya virus Corona belakangan ini turut berdampak pada harga beberapa jenis buah lokal dan impor di pasaran Kota Salatiga.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sejak mewabahnya virus Corona belakangan ini turut berdampak pada harga beberapa jenis buah lokal dan impor di pasaran Kota Salatiga.
Seorang pedagang buah Tri Murni (55) mengatakan kenaikan harga buah diduga karena adanya pembatasan impor dari China sejak penyebaran virus corona di beberapa negara.
"Tertinggi buah yang mengalami kenaikan jenis anggur merah mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Naik sebesar Rp 40 ribu dari harga sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Pasar Raya I, Salatiga Selasa (11/2/2020).
• Kronologi Kisah Nurul Sopir Angkot Semarang Viral hingga Curi Perhatian Baim Wong
• Baim Wong Banjir Pujian Para Artis Seusai Temui Nurul Sopir Angkot Semarang Viral
• Baim Wong Lunasi Utang Nurul Sopir Angkot di RSUP Kariadi: Almarhumah Bisa Tenang Sekarang
• Sakit Hati, Pria Ini Cegat dan Bunuh Suami yang Nikahi Mantan Kekasih
• Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Ahmad Habibullah Zaini Wafat
Menurut Murni, jenis buah lain yang naik ialah apel dari harga semula Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Selanjutnya, jeruk dari harga sebelumnya Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
Ia menambahkan, kenaikan beberapa jenis buah tersebut disebabkan adanya kebijakan pemerintah yang membatasi impor buah untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.
"Adanya kenaikan harga buah impor memicu harga buah lokal naik. Saat ini harga nanas mencapai Rp 8 ribu per buah. Sebelumnya harga nanas Rp 7 ribu per buah. Kemudian, jambu naik Rp 3 ribu dari harga sebelumnya Rp 7 ribu atau menjadi Rp 10 ribu per kilogram," katanya.
Dikatakannya, kenaikkan harga buah membuat pedagang kebingungan untuk menentukan harga jual ke pembeli.
Sebab jika harga dipatok tinggi mengikuti persentase kenaikan harga distributor, daya beli masyarakat akan menurun dan imbasnya pembeli sepi. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris)
• 12 Ribu Tiket Terjual, Laga Persis Solo vs Persib Bandung Terkendala Izin di Stadion Manahan Solo
• Sore Ini, Persib Bandung Berlaga Lawan Barito Putera, Djanur Tak Sabar Bertemu Bobotoh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seorang-pedagang-buah-tri-murni-55-saat-menjajakan-barang-dagangan-di-pasar-raya-i-salatiga.jpg)