Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Kisah 78 WNI di Kapal Pesiar Jepang Negatif Virus Corona

Angka kematian akibat virus corona hingga Rabu (12/2/2020) kemarin mencapai 1.114 orang.

Editor: galih permadi
TRIBALLEAU CHARLY / AFP
Beberapa orang yang mengenakan pakaian pelindung berjalan dari kapal pesiar Diamond Princess, Senin (10/2/2020). Ada sekira 3.700 orang dikarantina di dalam kapal karena kekhawatiran akan virus corona, di Daikoku Pier Cruise Terminal di Pelabuhan Yokohama pada 10 Februari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Vensya Sitohang menyatakan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, semuanya negatif virus corona.

Angka kematian akibat virus corona hingga Rabu (12/2/2020) kemarin mencapai 1.114 orang.

Sementara jumlah penderita sudah lebih dari 45 ribu orang.

Kronologi Siswi SMP Purworejo Dibully 3 Siswa Melapor ke Polisi, Kejadian Pagi Dipolisikan Sore

Video Viral Siswi SMP di Purworejo Dibully Tiga Siswa Dalam Kelas

Siswi SMP Purworejo Dibully, Ganjar: Saya Telepon Kepala Sekolahnya, Besok Disdik Ambil Tindakan

Viral di Media Sosial Video Siswi SMP di Purworejo Dibully Tiga Siswa, Polisi Bentuk Tim Khusus

Angka kematian terbaru ini disampaikan dalam pemetaan real-time rumah sakit John Hopkins, Amerika Serikat, yang mengambil data dari berbagai sumber, di antaranya WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan CDC (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit).

Angka kematian terbanyak, yaitu 1.068 orang terhadap di provinsi Hubei yang diisolasi karena virus corona.

Kota Wuhan di Hubei adalah sumber virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Selain di China, virus ini juga terdapat di 26 negara lainnya di seluruh benua kecuali negara-negara di Afrika.

Kematian di luar China daratan tercatat di Filipina dan Hong Kong, masing-masing satu orang.

Menurut data pemerintah China yang dikutip Reuters, tingkat kematian akibat wabah virus corona COVID-19 mencapai sekitar 2 persen.

Kebanyakan penderita yang meninggal dunia telah berusia lanjut dengan penyakit bawaan sebelumnya.

Tingkat kematian akibat COVID-19 jauh lebih rendah dibanding SARS yang mewabah pada 2002 lalu, yakni 10 persen.

Data RS John Hopkins menunjukkan jumlah penderita kini mencapai 45.113 orang. Per Selasa (11/2/2020) menurut data China, ada 1.068 kasus baru di Hubei.

Angka penularan dalam sehari ini telah mengalami penurunan dari puncaknya sebanyak 3.000 orang pada 4 Februari lalu.

Angka terendah sebelumnya adalah 1.347 kasus baru pada 31 Januari lalu.

Di Singapura, jumlah penderita virus corona kemarin bertambah tiga orang.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved