Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Satpol PP Kota Semarang Minta Maaf, Pembangunan Gerai Starbucks Museum Mandala Bhakti Bisa Dilanjut

Pelepasan stiker dilakukan setelah pihak pengelola kawasan kuliner Museum Mandala Bhakti bertemu dengan Satpol PP Kota Semarang, Kamis (13/2/2020).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Saat petugas Satpol PP Kota Semarang menempel peringatan pelanggaran di gedung yang tengah dibangun di Museum Mandala Bhakti Semarang, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stiker peringatan pelanggaran pembangunan gedung Starbucks di Museum Mandala Bhakti dilepas petugas Satpol PP Kota Semarang.

Pelepasan stiker ini dilakukan setelah pihak pengelola kawasan kuliner Museum Mandala Bhakti bertemu dengan Satpol PP Kota Semarang, Kamis (13/2/2020).

Direktur Rajawali Global Utama, Utami Dewi mengatakan, pihaknya sudah memproses izin sejak Desember 2019.

"Izin tidak  ada masalah, cuma miskomunikasi saja. Kebetulan saya laporkan berkas pembuatan izin, tetapi tidak sampai ke atasan," ujar Uthe, sapaannya.

BREAKING NEWS: Tak Diberi Rokok, Dua Remaja Tusuk Sopir Truk di Teluk Penyu Cilacap

Helikopter MI-17 Hilang Kontak Ditemukan, Ayah Serda Dita Ilham Kembali Teteskan Air Mata

Begini Reaksi Ariel NOAH Saat Ditanya Kapan Nikah: Gue Bukan Kaya Orang yang Belum Pernah Menikah

Dia menyebutkan, Keterangan Rencana Kota (KRK) sudah terbit.

Pihaknya menunggu proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sembari menunggu izin, pihaknya mulai melakukan pembangunan.

Lantaran gedung yang akan menjadi gerai Starbucks tersebut berada di dekat bangunan cagar budaya, yakni Museum Mandala Bhakti, Uthe pun tidak sembarangan dalam membangun.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kodam IV Diponegoro selaku pemilik bangunan.

Desain yang dirancang menyesuaikan bangunan cagar budaya atas persetujuan Kodam.

Rencananya, bangunan tambahan di kawasan cagar budaya itu akan dibuat model kolonial.

Pihaknya bermaksud menata kawasan itu dengan baik agar Museum Mandala Bhakti lebih menarik sehingga wisatawan akan tertarik untuk berkunjung.

"Kebetulan ini bangunan tambahan. Jadi, yang cagar budaya itu museumnya."

"Kami tidak melakukan apa-apa terhadap museum itu."

"Hanya, kami membuat sekitarnya supaya lebih menarik dengan dibuat pusat kuliner," terangnya.

Ini Reaksi Lucinta Luna Saat Polisi Beberkan Gender Semula Laki-laki Jadi Perempuan

Pilpres AS 2020 - Menangi Primary New Hampshire, Bernie Sanders Penantang Terkuat Donald Trump

Iker Casillas Calon Presiden RFEF, Lawannya Petahana

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved