Berita Semarang
Peredaran Narkoba di Lapas Kedungpane Semarang, Suparno: Belum Ada Informasi yang Masuk
Suparno, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas 1 Kedungpane, Semarang sudah memberantas peredaran narkoba di lapas.
Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada Januari lalu Polres Sragen menangkap empat orang sindikat peredaran narkoba.
Seorang residivis narkoba yang baru bebas Oktober 2019, Whiwhi Mares (30), warga Sumengko, Sragen kembali tertangkap dalam kasus ini.
Dirinya mengaku membeli dari seorang tahanan yang ada di Lapas Kedungpane Semarang.
• Temukan Kebahagian Baru Setelah Dipecat dari Dirut TVRI, Helmy Yahya: Saya Harus Move On
• Upaya Ganjar Pranowo Membujuk Siswi Korban Bully SMP Purworejo Pindah Sekolah, 80 Persen Sudah Mau
• Nina Shaqi Pemeran Ratna Mantan Ojak di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Ini Aktivitasnya Kini
• Dipo Latief Pernah Kunci Azka di Kamar Mandi, Nikita Mirzani: Cara Dia Ngajarin Anak Itu Danger
Namun pihak Polres Sragen mengakui sulit nya mengungkap jaringan tersebut sebab pelaku tidak mengenal tahanan tersebut.
Tidak hanya Whiwhi Mares, Hery Wardoyo (30) asal Lebak, Sragen turut ditangkap karena membeli 0,52 gram sabu dari jaringan narapidana.
Dari pengakuannya dirinya mengaku mendapat barang tersebut setelah bertransaksi dengan napi di lapas yang sama.
Suparno, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas 1 Kedungpane, Semarang sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di lapas.
“Yang jelas kita sudah melaksanakan penggeledahan badan, ruang tahanan secara rutin dan ada sosialisasi dengan warga binaan,” ujarnya pada Tribun Jateng, Jumat (14/2/2020).
Selain itu ia menuturkan selama ini Lapas Kelas 1 Semarang intens berkoordinasi dengan pihak terkait yang berhubungan dengan narkoba seperti BNN dan Polda Jateng.
Mengenai berita-berita yang menyebutkan adanya narapidana yang jadi pengendali jaringan narkoba, ia membantah.
Sebab belum ada informasi yang masuk dan lapas selalu rutin melakukan pengawasan kepada para tahanan.
“Belum ada informasi yang masuk. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin."
"Namanya pengakuan orang itu hak mereka."
"Yang jelas kita sudah berusaha dan kerja kerja kerja,” tutupnya. (Adelia Prihastuti)
• Sindir Presiden Jokowi dan Jan Ethes di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan Sementara
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Warga Surabaya Tewas dalam Kecelakaan Bus Vs Truk di Tol Ungaran
• BREAKING NEWS: Tak Diberi Rokok, Dua Remaja Tusuk Sopir Truk di Teluk Penyu Cilacap
• Begini Reaksi Ariel NOAH Saat Ditanya Kapan Nikah: Gue Bukan Kaya Orang yang Belum Pernah Menikah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/deklarasi-lapas-kelas-1-semarang.jpg)