Berita Regional
Kisah Suratinah : Buruh Pabrik Boneka yang Kena PHK, Kini Sukses Jadi Pengusaha Boneka di Magelang
Kisah Suratinah : Buruh Pabrik Boneka yang Kena PHK, Kini Sukses Jadi Pengusaha Boneka di Magelang
Dari mulut ke mulut, ia menawarkan produk kerajinan boneka.
Tak jarang, ia mendapatkan penolakan dari orang, tetapi ia tak menyerah dan terus menawarkan barangnya dari satu toko ke toko lain.
Dahulu, ia berkeliling dari satu toko ke toko lain, dari emperan ke emperan.
Ia meninggalkan kartu nama.
Merintis usaha memang selalu ada tantangan dan hambatan.
Ia merasakan pahit getir saat mengelola usahanya.
Dulu, ia sangat susah untuk menjual produknya.
Ia juga sempat mengalami kerugian.
Ia bahkan pernah tertipu sampai Rp 50 juta oleh sejumlah oknum pembeli yang nakal.
Pengalaman itu membuatnya terus berhati-hati dan membuatnya termotivasi membuat produknya lebih baik lagi.
“Ada empat tahunan, saya berusaha (memasarkan boneka), dari mulut ke mulut. Saya yang bikin. Suami yang berkeliling, menawarkan ke orang-orang, di emper-emperan. Saya juga nawarin ke toko, tetapi sering ditolak karyawan. Tetapi setelah ganti kualitas kain, isi, akhirnya banyak yang laku. Dulu pertama, isinya masih wolly, masih biasa. Sekarang ganti isi silikon. Kain diganti laspur, korea, dan boa, sehingga produk saya alhamdulillah bisa laku,” kata Suratinah.
Suratinah memproduksi boneka di rumah kecilnya dulu.
Kemudian berkembang dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Usahanya terus berkembang dan besar.
Dari semula hanya dirinya, suami dan satu karyawan pada tahun 1997, kini ada 20 karyawan di tahun 2020.