Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kisah Suratinah : Buruh Pabrik Boneka yang Kena PHK, Kini Sukses Jadi Pengusaha Boneka di Magelang

Kisah Suratinah : Buruh Pabrik Boneka yang Kena PHK, Kini Sukses Jadi Pengusaha Boneka di Magelang

Editor: galih permadi
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Suratinah menunjukkan boneka hasil buatan mereka di tempat usaha pembuatan bonekanya 'Tin Panda Collection' di Dusun Candi RT 2/RW 5, Desa Sidomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang 

Ia memberdayakan masyarakat setempat, kaum ibu-ibu untuk memproduksi boneka.

“Tempat membuat boneka dulu di rumah saya, kemudian berkembang. Saya juga ikut UMKM tahun 2007. Dulu 1997, ada saya dan bapak dan karyawan. Tetangga. Setelah itu, ada karyawan 20. Karyawan ada 10 ibu-ibu. Pertama, dikasih pola, dikasih jahitannya dan dikerjakan oleh karyawan yang merupakan ibu-ibu rumah tangga,” tuturnya.

Bahan baku pembuatan boneka, ia beli dari Bandung.

Satu truk bahan baku dibeli dengan harga Rp 200 juta.

Bahan baku itu dapat digunakan untuk waktu tiga bulan.

Merek bonekanya dinamakan Tin Panda Colleciton.

Tin berasal dari namanya, Suratinah.

Panda sendiri adalah ciri khas dari boneka buatan Suratinah.

Boneka-boneka buatan Suratinah kini sudah dikirim ke berbagai daerah.

Pembeli boneka Suratinah berasal dari Magelang, Jogja, Semarang, Wonosobo, Banjar dan Kalimantan.

Bonekanya juga terpajang di toko-toko besar di Magelang seperti Trio plaza, Muncul, Aneka Bandongan Kaliangkrik, Trio plaza Wonosobo.

Produk buatan Suratinah memang banyak diminati oleh pembeli karena bonekanya yang terbuat dari material yang aman dan tahan lama.

Harganya pun terjangkau dari yang paling murah Rp 15ribu hingga yang paling mahal Rp 1 juta untuk boneka yang besar.

Jenisnya bermacam-macam, mulai dari Teddy Bear, Panda, Doraemon, hingga banyak karakter-karakter kartun.

Ada lebih dari 100 jenis boneka yang telah diproduksi.

“Produksi kami sekitar 1.000 boneka per bulan. Harganya dari Rp 15 ribu untuk boneka yang kecil-kecil. Ada juga yang seharga Rp 1 juta, berupa boneka teddy bear, ukurannya bisa sampai dua meter,” kata ibu dari dua orang anak ini.

Berkat bagusnya produksi boneka Suratinah, tempat usahanya kerap dikunjungi oleh para siswa TK, Paud, SMP, SMA hingga kuliah.

Sejumlah mahasiswa bahkan pernah melakukan penelitian.

Masyarakat juga datang dari berbagai organisasi untuk belajar dari Suratinah.

Meski telah sukses, Sukartinah tidak pernah pelit memberikan ilmunya kepada orang-orang yang ingin membuat boneka.

Bagi Sukartinah, memberi ilmu membuat boneka adalah upaya untuk membantu orang-orang agar bisa sukses seperti dirinya.

Terlebih dirinya juga merasakan bagaimana susahnya menjalani hidup.

“Rezeki sudah ada yang mengatur. Saya ingin membagi ilmu saya. Saya juga mempekerjakan ibu-ibu di sekitar rumah untuk membuat boneka. Saya yang buat polanya, saya beri bahannya, kemudian dikerjakan di rumah masing-masing. Saya hanya ingin berbagi saja,” katanya.

Suami dari Sukartinah, Sukaryo, memuji istrinya yang jago dalam membuat pola dan mendesain boneka.

Ia yang menjahit, istrinya yang membuat pola.

Boneka buatan Sukartinah dan dirinya diakui memang sulit ditiru oleh orang lain.

Kualitasnya pun terus dijaga.

“Istri saya jago membuat pola. Makanya,  dulu dipercaya oleh pemilik pabrik  untuk membuat pola. Dulu ada yang mengaku cabang dari kami , tetapi akhirnya pelanggan tetap ke sini, karena harga kami murah dan kualitas terjaga,”   tutupnya .(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kisah Suratinah, Buruh Pabrik yang Di-PHK, Kini Jadi Pengusaha Boneka yang Sukses di Magelang

Kecelakaan di Tol Bawen Semarang, Mobil Terios Tergelincir Gara-gara Lewati Genangan Air

DRAMATIS! Detik-detik Penangkapan AKP David, Polisi BNN Gadungan di Jalan Raya Sragen

Rel Kereta di Tugu Semarang Rentan Renggut Nyawa, Anehnya Semua Korban Tidak Sedang Menyeberang

Media Luar Negeri Sebut Pelatih Timnas Shin Tae-yong Bakal Bikin Sengsara Vietnam dan Thailand

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved