Desa Wisata Jawa Tengah

Menengok Pasar Konsep Zaman Majapahit di Kabupaten Semarang, Harga Klepon Cuma Lima Uli

Pasar Sawahan merupakan sebuah event pasar wisata yang menggunakan konsep tradisional ala zaman Majapahit.

PEMDES KALONGAN KABUPATEN SEMARANG
Suasana Pasar Sawahan Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, Minggu (16/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tiap Minggu Legi dan Pahing di Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, masyarakat berkerumun di pinggir sawah di Dukuh Kalongan, tepatnya di depan SMP Negeri 5 Ungaran.

Puluhan lapak berisi makanan tradisional dan jajanan pasar dijajakan di tempat itu.

Pengunjung dapat membeli makanan dan jajan pasar sambil menikmati asrinya pemandangan sawah di pagi hari.

Ulasan Persis Solo Vs Persib Bandung - Salahudin: Jadi Pelajaran Berharga Laskar Sambernyawa

Ganjar: Jangan Sampai Dana Desa Dimarkup, Apalagi Jadi Proyek Fiktif

Temani Jaladara, Solo Tambah Kereta Uap, Lokomotif Djoko Kendil Berusia 99 Tahun

Begitulah sekelumit suasana Pasar Sawahan Desa Kalongan, Kabupaten Semarang.

Total ada 75 lapak membentang di pinggir sawah di Dukuh Kalongan menjajakan aneka makanan pasar tersebut.

"Pemandangannya enak, bisa makan juga dengan harga yang tidak mahal," kata pengunjung Ria Susanti (24), seusai kegiatan, Minggu (16/2/2020).

Ia bersama teman-temannya membeli klepon seharga 5 Uli atau Rp 5 ribu.

Mereka menikmati makanan tersebut sembari melihat pemandangan yang ada.

Yarmuji, Kepala Desa Kalongan mengatakan, Pasar Sawahan merupakan sebuah event pasar wisata yang menggunakan konsep tradisional ala zaman Majapahit.

"Jadi kami meriset di zaman baheula, zaman Majapahit konsep pasar kurang lebih seperti ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (16/2/2020).

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved